Bone  

Bupati Bone Longgarkan Lalu Lintas Ternak, Ini Syaratnya

Ilustrasi hewan ternak ilustrasi. (Dok. Istimewa)

BONEPOS.COM, BONE – Sejak pertama kali terpantaunya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Bone, Pemerintah Daerah Bone menerapkan lock down untuk lalu lintas ternak.

Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi menuturkan hingga saat ini pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus di massifkan. Hal itu tergambar dari capaian vaksinasi.

“Kita masuk urutan keempat memiliki populasi ternak Sapi terbesar di seluruh Indonesia. Dengan populasi 450 ribu ternak yang ada di Bone,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan sebagai langkah serius pengendalian dan pencegahan penularan PMK di Kabupaten Bone pihaknya sempat meminta seluruh kecamatan untuk tidak melalulintaskan ternaknya.

“Jadi kita imbau lewat surat edaran dan ini berlaku selama 15 hari,” terangnya.

Namun kata dia, saat ini ada perintah dari pusat diminta untuk melonggarkan lalulintas ternak di Kabupaten Bone. Sehingga pihaknya harus taat atas itu.

“Jadi mulai hari ini (Kemarin) sudah bisa dilalulintaskan sapi baik itu untuk diperjualbelikan. Tetapi tentu ada beberapa kriteria yang perlu dipenuhi,” ucapnya.

Baca Juga  Tiga Srikandi Warnai Jabatan Camat di Bone, Siapa Saja Ya

Persyaratan yang harus dipenuhi yakni harus dilakukan karantina selama satu minggu sebelum dikeluarkan dan telah divaksin, dan sebaiknya ada petugas kesehatan hewan yang memastikan bahwa sapi yang keluar dijamin kesehatannya.

“Termasuk kita juga ketika mau membeli harus seperti itu mekanismenya atau persyaratannya,” ujarnya.

Kata dia hal kebijakan tersebut diambil karena mengambil pertimbangan dari sektor ekonomi masyarakat agar tidak menjadi terbawah. Karena banyak kebutuhan ekonomi masyarakat sumbernya ada pada sapi yang diperjualbelikan.

“Seperti ada mau jual sapi untuk kebutuhan sehingga menghambat perputaran ekonomi masyarakat ketika ada pelarangan lalulintas,” terangnya.

Andi Fahsar juga mengatakan lalulintas ternak Bone selalu dipantau oleh pusat karena wilayah Bone dianggap sebagai lumbung ternak. Hal itu yang mendasari sehingga mesti menjadi atensi khusus.

“Bahkan ada daerah di Bone yang lebih banyak ternak daripada penduduk, yaitu di daerah Libureng. Kita juga lihat PMK perlahan menurun karena kesiapsiagaan satgas kita yang sampai bermalam di daerah melakukan vaksin PMK,” ungkapnya.

Baca Juga  Koperasi Bisa Dapat Dana Rp250 Juta, Begini Caranya

Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone, Andi Yuliati menuturkan hingga saat ini pelaksanaan Vaksin PMK di Kabupaten Bone menunjukkan progres yang sangat positif.

“Terlihat jumlah hewan yang telah tervaksin mencapai 95 ribu ekor, dan tercatat ada 2.152 ekor hewan yang sakit,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan hingga saat ini ada 14 Kecamatan di Kabupaten Bone yang hewanya terdampak virus PMK. Maka dari itu wilayah tersebut terus menjadi pusat perhatian oleh pihaknya.

“Kita berharap pengendalian PMK ini harus menjadi perhatian bersama dan membutuhkan dukungan tambahan anggaran operasional yang memadai. Dan memang capain PAD kita saat ini terhambat karena masih ada PMK,” terangnya, Rabu (23/11/2022). (Abdul Muhaimin)