Gowa  

Bupati Adnan Sampaikan Strategi Pemerintah Gowa Cegah Tindak Pidana Korupsi

Foto: Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menjadi salah satu narasumber pada Webinar Penyuluhan Antikorupsi Bagi Guru, Kepala Sekolah, Kepala Desa dan Alumni Latsar CPNS, yang dilaksanakan oleh Ikatan Penyuluh Antikorupsi Sulawesi Selatan secara virtual, Jumat (2/12/2022).(Diskominfo Gowa)

BONEPOS.COM, GOWA — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menjadi salah satu narasumber pada Webinar Penyuluhan Antikorupsi Bagi Guru, Kepala Sekolah, Kepala Desa dan Alumni Latsar CPNS, yang dilaksanakan oleh Ikatan Penyuluh Antikorupsi Sulawesi Selatan secara virtual, Jumat (2/12/2022).

Pada kesempatan tersebut orang nomor satu di Gowa itu menyampaikan ada sebelas aksi pencegahan korupsi berdasarkan Perpres No 54 Tahun 2018 yang dibagi dalam tiga bagian yakni perizinan dan tata niaga, keuangan negara, penegakan hukum dan reformasi birokrasi.

“Dalam melakukan aksi pencegahan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan salahsatunya peningkatan pelayanan perizinan, perbaikan tata kelola data, integrasi perencanaan penganggaran berbasis elektronik, dan perbaikan tata kelola sistem peradilan pidana terpadu,” ungkapnya.

Baca Juga  Adnan Ingin Duta Wisata "Jual" Pariwisata Gowa

Selain itu, Adnan menyebutkan ada delapan area sinergi Pemkab Gowa bersama dengan KPK. Dimana delapan area tersebut saat ini diimplementasikan di lingkup daerah demi mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.

Delapan area ini seperti perecanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, pengawasan APIP, manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, pengelolaan barang milik daerah, dan tata kelola keuangan desa.

Baca Juga  Bangkitkan Ekonomi, Bupati Adnan Ajak KADIN dan HIPMI

“Alhamdulillah baru saja Desa Pakatto Kabupaten Gowa mendapatkan penghargaan dari KPK sebagai satu-satunya desa di Sulawesi Selatan yang terpilih sebagai desa antikorupsi bersama sembilan desa lainnya seluruh Indonesia. Hal ini tentu berkat tranparansi yang dilakukan dan pengelolaan sistem keuangan desa,” jelas Adnan.

Olehnya ia berharap melalui webinar ini seluruh peserta yang diikuti sebanyak 366 ini bisa membangun nilai melalui gerakan budaya antikorupsi dan melibatkan masyarakat diseluruh tahapan pembangunan mulai dari perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan. (Mono)