Penopang Ekonomi Nasional, AAS Sebut Bone Kabupaten Kaya

BONEPOS.COM, BONE – Mantan menteri pertanian Andi Amran Sulaiman (AAS) menyebut kawasan Indonesia Timur mampu menjadi lumbung dan penopang untuk hal tersebut.

Hal itu diucapkannya saat menghadiri rapat koordinasi dewan pendidikan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di salah satu hotel di Jalan Ahmad Yani, kota Watampone, Kabupaten Bone, Ahad (4/11/2022).

Ia mengatakan bahwa dunia akan krisis energi dan pangan dan solusinya ada di Indonesia utamanya Indonesia Timur.

“Lihat ketahanan pangan kita cukup kuat dibanding negara lain banyak yang kelaparan dan seterusnya,” ucapnya dalam sambutannya.

Lebih lanjut Ketua PP IKA Unhas ini mengatakan khusus Indonesia Timur kalau Indonesia ingin menjadi negara super power negara maju garap bagian timur dengan baik.

Baca Juga  Aduh! 7 Persen Lebih DAK Fisik Bone Belum Terealisasi

“Dan yang menggarap adalah tulis baik-baik yang menggarap adalah putra-putri terbaik bangsa nggak apa-apa orang datang orang asing enggak apa-apa tetapi kalau yang bisa putri terbaik bangsa,” tegasnya.

Kata dia itu bukan sesuatu yang tidak mungkin sebab ia sudah membuktikan hal tersebut. Dimana pabrik gula sudah ia bangun, pabrik smelter sudah ground breaking.

“Kemudian nantinya ia akan membangun teknologi mobil dan motor listrik dan kita sudah mampu, tingga butuh diberi kesempatan regulasi harus berpihak kepada mereka,” terangnya.

Khusus Kabupaten Bone kata dia ada banyak potensi yang dimiliki utamanya dibidang agraris. Maka dari itu hal tersebut harus didorong.

“Karena Bone kaya akan peternakan, perikanan, dan pertanian dan ketika kita dorong itu pasti baik dan sangat berpotensi mewujudkan kesejahteraan,” terangnya.

Baca Juga  Nurdin Halid Turun Gunung Ramaikan Rivalitas Caleg Beringin di Sulsel 2

Kemudian ia juga menyarankan agar Bone ke depan harus lakukan hilirisasi produk. Karena niali jual produknya pasti akan berbeda.

“Contoh pabrik coklat kita buat kan ada banya coklat disini dan kalau perlu mentenya dari Kendari tapi pabriknya di sini nah kalau itu jadi itu bisa menghasilkan produk yang bisa di ekspor ke Singapore dan nilai jualnya pasti tinggi,” jelasnya.

Selain itu trobosan ini juga akan membuka lapangan kerja, nilainya ada sama daerah.

“Itu bukan barang yang tidak bisa kita lakukan waktu dulu kami Menteri, kami bangun pabrik coklat di mana-mana,” paparnya. (Abdul Muhaimin)