Bone  

Bocah 7 Tahun Terseret Sejauh 4 Km di Sungai, Begini Temuan SAR Brimob Bone dan Tim Gabungan

Foto: Upaya Tim SAR gabungan dalam mencari korban tenggelam di Sungai Lajua, Dusun Bempesu, Desa Kalero, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, membuahkan hasil, Selasa (6 Desember 2022). (dok.)

BONEPOS.COM, BONE — Upaya Tim SAR gabungan dalam mencari korban tenggelam di Sungai Lajua, Dusun Bempesu, Desa Kalero, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, membuahkan hasil.

Imam Rul Yawan bocah 7 tahun yang dilaporkan hanyut pada Minggu (4 Desember 2022) sore akibat terseret arus sungai, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, Selasa (6 Desember 2022) pagi.

Koordinator Pos Basarnas Bone Febrianto mengungkapkan, korban ditemukan berjarak sekitar 4 Km dari lokasi hilang.

“Terima kasih kepada Tim SAR Gabungan yang telah berupaya dua hari pertama hingga hari ketiga. Barulah pada pukul 06.40 Wita ditemukan selanjutnya dievakuasi ke rumah duka,” papar Febrianto.

Baca Juga  Ini Identitas Pemancing Nyaris Tewas di Teluk Bone

Sementara itu, Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan mengungkapkan, korban Imam Rul Yawan ditemukan oleh warga yang bernama Sanun.

“Kondisi korban saat ditemukan warga sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Danyon Ichsan.

Sebelumnya, mantan Danden Gegana Sat Brimob Polda Sulbar ini menuturkan, pihaknya menerjunkan Tim SAR Batalyon C Pelopor untuk mencari korban tenggelam di Sungai Lajua, Dusun Bempesu Desa Kalero.

Setelah menerima laporan korban tenggelam, Tim SAR Brimob dan Pos Basarnas Bone langsung berkoordinasi untuk melakukan pencarian.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari tim SAR Brimob, Basarnas, BPBD, Sat Pol PP Kabupaten Bone, Polsek,Koramil Kajuara dan potensi SAR lainnya serta dibantu oleh warga masyarakat sekitar terjun pada operasi pencarian.

Baca Juga  Paket "Cinta" ala Baznas untuk Nurdin, Warga Tinggal Beralaskan Tanah 

“Dalam kondisi cuaca yang ekstrem ini saya imbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati apabila beraktifitas di luar rumah khususnya di sekitar sungai,” ujar Danyon yang beken dengan istilah “Tindizzz” ini.

“Kegiatan ini kami lakukan dengan dasar kemanusiaan dan sebagai wujud nyata dari Bakti Brimob untuk masyarakat,” tambahnya.

Lanjut kata Danyon Ichsan, sebagai wujud nyata dari Bakti Brimob untuk Indonesia, maka Brimob Bone akan terus berusaha membantu warga yang ditimpa musibah dengan kemampuan yang dimiliki. (Ian)