Bone  

Sidang Sengketa Pilkades di Bone, Penggugat Hadirkan Empat Saksi

Sidang perdana sengketa Pilkades Desa Rappa Kecamatan Tonra. (Dok. Bonepos)

BONEPOS.COM, BONE – Gugatan sengketa Pilkades tahap II Desa Rappa, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mulai disidangkan oleh tim 9. Penggugat hadirkan empat saksi.

Diketahui, hasil perhitungan suara Pilkades Desa Rappa seri yakni 322 suara. Ada dua calon dalam Pilkades ini yakni, Busrah dan Samsu Alam.

Sidang perdana ini digelar di kantor Bappeda, Pemerintah Daerah Bone, Senin (5/12/2022).

Sidang yang dipimpin Dr. Firman Batari, SH MH ini berlangsung aman dan lancar.

Empat saksi dari Cakades yang menggugat, Samsu Alam ditanyai satu persatu terkait kesaksian masalah yang mereka gugat.

Baca Juga  Gapensi Bone Berbenah, Janjikan Pelayanan Prima 

“Kalau tidak bisa memperlihatkan identitas, mohon untuk mundur,” ucap Firman saat salah satu saksi tak membawa kartu identitas, walau diujung acara saksi tersebut diberikan kesempatan untuk bersaksi.

Dalam sidang tersebut, Samsul Alam sebagai penggugat mempersoalkan terkait Berita Acara Ketetapan Wilayah.

“Padahal itu sudah tertuang dalam Perbup,” ujar Samsu Alam.

Pihak panitia pun mengakui tidak memiliki berita acara yang dimaksud.

Permasalahan lain yang digugat yakni, adanya warga yang mencoblos menggunakan obeng di rumahnya karena sedang sakit.

Namun pihak tim 9 tidak mempermasalahkan hal itu.

“Sudah mencoblos tapi pakai obeng?” Tanya Firman ke salah satu saksi.

Baca Juga  Hampir 100 Kasus Kematian Positif Covid-19 di Bone

“Iya pak cuman waktu nyoblos ada surat suara di bawahnya yang terlipat dan itu tembus, saya minta diualang tapi tidak bisa,” jawab saksi.

“Ya sudah, saya hanya tanya hal itu saja, terkait mencoblos pakai obeng itu tak jadi masalah,” kata Firman.

Diakhir sidang, Firman Batari menerangkan bahwa hasil dari persidangan hari ini akan dilanjutkan di sidang putusan selanjutnya.

“Jadi, penggugat dan panitia menunggu panggilan saja terkait sidang putusannya. Agendanya nanti hanya pembacaan putusan, tidak ada dialog,” tutupnya.