Dana MGMP Diduga Dipotong, Kemenag Bone: Tidak Masuk Melalui Bendahara Kantor

Kantor Kemenag Bone . (Dok. Bonepos)

BONEPOS.COM, BONE – Netizen di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dihebohkan dengan postingan di sosial media curhatan adanya dugaan pemotongan dana Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di sosial media.

Pemotongan dana disebut-sebut sebesar Rp 1,5 juta untuk kepala kantor. Dan Rp 1 juta untuk kepala tata usaha di Kementerian Agama (Kemenag) Bone.

Dalam curhatan sumber yang tak ingin disebutkan namanya itu, ada 40 MGMP di Bone mengalami pemotongan tersebut.

Selain itu, ada juga pemotongan wajib dari gaji ASN dan PPPK sebesar Rp 200 ribu untuk Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag Bone. Serta setoran Rp 80 ribu untuk baju kaos.

Baca Juga  Kemendagri Warning Kepala Daerah, Ini Isinya

“Meresahkan kasi…” tulis sumber yang tak ingin disebutkan namanya itu, Rabu (7/12/2022).

MGMP sendiri merupakan wadah yang memfasilitasi berkumpulnya guru mata pelajaran yang sama untuk mengembangkan profesionalitas kerja.

Kegiatan MGMP terbagi atas tiga kategori. Yakni kegiatan rutin, kegiatan pengembangan, dan kegiatan penunjang.

Sementara itu, Kepala Staf Tata Usaha (TU) Kementerian Agama (Kemenag) Bone, Ahmad Yani bantah adanya potongan dana Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) ditataran ASN dan PPPK.

Menurutnya, semua anggaran Kelompok Kerja (Pokja) secara langsung dikirim ke masing-masing penerima.

Baca Juga  Ungkap Kasus Tabrak Lari di Bone, Keseriusan Polisi Dipertanyakan

“Dana tersebut tidak masuk melalui bendahara di kantor,” kata Ahmad Yani, Kamis (8/12/2022).

Disampaikan, untuk pemotongan wajib dari gaji ASN dan PPPK sebesar Rp200 ribu untuk Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag Bone. Dan setoran Rp 80 ribu untuk baju kaos.

Ahmad menjelaskan jika hal itu menjadi urusan panitia HAB dan tak ada campur tangan atasan.

“Yang saya tahu, tidak ada paksaan untuk membayar. Kalau pun semisal ada mau bayar, itu diserahkan secara suka rela tanpa paksaan,” pungkasnya. (Abdul Muhaimin)