Dosen UMI Edukasi Pelajar SMA Peluang dan Tantangan Bisnis Online

Foto: Dosen UMI, Dr Sri Lestari Poernomo, SH, MH gelar pengabdian kepada masyarakat di SMA LPP UMI, belum lama ini. (Dok.)

BONEPOS.COM, MAKASSAR — Dosen UMI, Dr Sri Lestari Poernomo, SH, MH gelar pengabdian kepada masyarakat di SMA LPP UMI, belum lama ini.

Gelaran yang dilaksanakan berupa Penyuluhan Hukum yang membahas mengenai Peluang dan Tantangan E-commerce Ditinjau dari Hukum Perlindungan Konsumen dan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dikatakan Sri, Indonesia merupakan salah satu pasar yang menarik bagi industri e-commerce.

“Populasi yang besar, penetrasi penggunaan perangkat selular (handphone) dan meningkatkatnya penduduk tingkat menengah merupakan target pasar industri e-commerce yang berkembang,” ujar Sri.

“Fenomena dapat dilihat dengan bermunculannya pemain lokal antara lain seperti Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Matahari Mall.com yang meramaikan maraknya pasar e-commerce di Indonesian yang tumbuh subur,” sambungnya.

Merekapun, kata Sri telah memberikan edukasi, pengenalan kepada pasar seperti apa itu e-commerce sehingga perkembangan industri kian diterima khususnya di kalangan pasar strata menengah. Tidak terkecuali Makassar kota yang paling banyak penguna transaksi online nya, proposal ini disajikan dalam bentuk yang mudah dimengerti khusus objek dalam penyuluhan hukum ini adalah siswa SMA.

Baca Juga  Pemkot Makassar Gandeng Lantamal VI Aksi Penyemprotan Massal, Bagaimana Respons nya?

“UMI yang pada dasarnya adalah konsumen pengguna transaksi online, bagaimana mereka bisa mengetahui , memahami penerapan transaksi online atau e-commerce itu menjadi peluang dan sekaligus tantangan ditinjau dari Undang – Undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999 dan Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik No. 19 Tahun 2016 sebagai Pengganti dari Undang – Undang No 11 Tahun 2008,” paparnya.

Adapun hasil penyuluhan dalam melakukan pengabdian masyarakat yakni

Lanjut Sri, E- Commerce memberikan banyak keuntungan kepada konsumen dalam bentuk ketersediaan barang dengan biaya rendah, pilihan yang lebih luas dan menghemat waktu.

E- Commerce melibatkan dalam menjalankan bisnis dengan menggunakan alat komunikasi moderen: telepon, faks, e- payment, sistim tranfer uang , pertukaran e-data dan internet.

“Online bisnis seperti jasa keuangan, perjalanan, hiburan dan bahan makanan.
Penyuluhan Hukum ini di adakan kepada siswa SMA UMI yang rata – rata sering menggunakan aplikasi online di handphonenya dalam melakukan transaksi online, penyuluhan hukum ini mencoba untuk memberikan edukasi yang bermanfaat bagi siswa- siswa SMA UMI bagaimana menggunakan transaksi online tersebut sebagai peluang dan tantangan ke depanya, sehingga paling tidak mereka mengetahui, memahami bahwa handphone yang ada di genggamannya itu memberikan manfaat keuntungan yang positif bagi mereka,” jelasnya.

Baca Juga  Dosen UNM Ketuai Dosen UMI Edukasi IRT di Jeneponto

Masih kata Sri, suatu edukasi yang perlu ditanamkan bahwa peluang dan tantangan serta etika terkait transaksi online dan media sosial bisa di lakukan di gengaman tangan.

Penyuluhan hukum ini bertujuan untuk mengedukasi utamanya siswa SMA Umi terkait perkembangan bisnis online, dampaknya bagi konsumen baik dalam memenuhi kebutuhan barang dan jasa menggunakan media (internet).

“Tanpa disadari dampak yang muncul tersebut dapat berupa peluang serta ancaman bagi pengguna. Peluang yang muncul dapat memberikan kemudahan dan kepraktisan dalam berbelanja. Akan tetapi di balik kemudahan itu, juga muncul ancaman bagi konsumen mengalami kerugian, wanprestasi serta penipuan dari pelaku usaha online,” lanjutnya.

Oleh karena perlindungan konsumen sangat perlu diciptakan tidak hanya dengan aturan hukum yang mengakomodir tetapi di dukung dengan transaksi online. (ril)