BONEPOS.COM, JAKARTA – Sidang perceraian antara Virgoun dan Inara Rusli di Pengadilan Agama Jakarta Barat, Rabu (9/8/2023) ditunda. Penundaan tersebut lantaran saksi dari Inara berhalangan hadir.

Arjana Bagaskara selaku kuasa hukum Inara, mengatakan pihak Inara Rusli mengajukan penundaan sidang perceraian dengan Virgoun hingga Rabu (16/8/2023) pekan depan.

Permohonan tersebut diajukan karena saksi dari pihaknya tidak dapat hadir di Pengadilan Agama hari ini.

“Agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan saksi, dan juga terkait saksi-saksi yang dihadirkan belum siap hadir karena satu dan lain hal,” kata Arjana Bagaskara di PA Jakbar, seperti diberitakan oleh detikHot, Rabu (9/8/2023).

“Kami minta penundaan ke tanggal 16 Agustus 2023, Rabu minggu depan untuk pemeriksaan saksi,” sambungnya.

Arjana enggan memberikan alasan detail terkait tadak hadirnya para saksi dari pihak Inara.

Namun menurutnya, setiap saksi dituntut untuk mempersiapkan diri seutuhnya dalam menghadiri persidangan. Ia memastikan, saksinya baru siap untuk hadir di sidang pekan depan.

“Kalau saksi memang harus fit ya, dan juga harus siap,” jelas Arjana.

“Karena kesiapan itu, saya lihat baru ada minggu depan supaya bisa dihadirkan semuanya,” imbuhnya.

Dalam agenda pemeriksaan yang semula dilaksanakan hari ini, Arjana menerangkan Inara juga tidak dapat hadir karena ada pekerjaan.

Namun, ia memastikan Inara akan hadir untuk agenda keterangan saksi yang bakal digelar di persidangan tunda pada pekan depan.

“Minggu depan Ibu Inara siap hadir,” kata Arjana. “Hari ini dia [tidak hadir] ada agenda terkait pekerjaan. Karena, kan beliau juga sudah seorang diri, harus mencukupi kehidupan keluarganya.” ungkapnya.

“Jadi, minggu depan beliau pasti hadir, dan saya minta hadir supaya dia juga mendengarkan keterangan setiap saksinya,” tambah Arjana.

Diketahui, gugatan cerai Inara Rusli terhadap Virgoun didaftarkan pada Senin (22/5/2023) lalu dan telah terdaftar dengan nomor gugatan 1662/Pdt.G/2023/PAJB. Inara menaruh tujuh tuntutan, mulai dari hak asuh anak, pemberian nafkah, hingga harta gono-gini.

Terkait hak asuh anak, pihak Inara menyatakan bakal berjuang untuk mendapatkan hal tersebut, terutama karena ketiga anak mereka masih di bawah umur. (*)