BONEPOS.COM – JAKARTA – Ekspresi wajah bisa menentukan kaya atau miskin seseorang Loh. Terdengar cukup mengerikan, namun itulah yang dikatakan penelitian.

Dalam suatu penelitian Journal of Personality and Social Psychology menjelaskan, orang-orang dengan ekspresi wajah tertentu yang ditunjukkan setiap harinya, mungkin lebih sukses dalam pekerjaannya.

“Kaya dan miskin seseorang dapat ditunjukkan dari hal-hal kecil seperti sinyal di wajah Anda, begitupun dengan kelas sosial Anda sebenarnya yang dapat mengabadikannya,” kata kandidat PhD Thora Bjornsdottir.

“Kesan pertama seseorang melihat wajahmu, itu bisa menjadi semacam ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya. Hal ini dengan sendirinya juga akan memengaruhi interaksi Anda, dan peluang yang Anda miliki.”

Penelitian ini melibatkan responden sejumlah mahasiswa untuk berpose foto dengan ekspresi netral. Potret-potret mereka diurutkan ke dalam kelompok berdasarkan total pendapatan keluarga mereka dengan rata-rata 97.000 dolar. Siswa dengan pendapatan keluarga kurang dari 78.000 dolar digolongkan sebagai orang miskin dan mereka yang memiliki keluarga berpenghasilan lebih dari 131.000 dolar ditempatkan dalam kelompok kaya.

Penelitian dilanjutkan dengan mengetes insting sejumlah mahasiswa tadi untuk menganalisis potret, kemudian mereka diminta memutuskan siapa yang kaya atau miskin. Dengan akurasi sebanyak 53 persen, para responden dapat menentukan siswa mana yang berasal dari keluarga miskin dan mereka yang termasuk dalam kelompok kaya. Para peneliti percaya persentase ini melebihi peluang acak.

“Dari yang kami nilai, mahasiswa yang berusia antara 18-22 tahun telah memiliki cukup banyak pengalaman hidup, yang secara nyata telah mengubah dan membentuk wajah mereka sesuai dengan status sosial ekonomi atau kelas sosial mereka,” kata Associate Professor Nicholas Rule.

Ciri-ciri Ekspresi Wajah yang Menunjukkan Kaya dan Miskin

Variabel penelitian ini diungkapkan bahwa wajah yang menunjukkan status finansial hanya berlaku ketika menunjukkan ekspresi yang netral. Karena ekspresi yang netral, meskipun sedikit akan menunjukkan kebiasaan bagaimana seseorang itu berekspresi dalam kehidupan sehari-hari.

Karena orang kaya biasanya akan puas dengan kehidupan mereka, maka ekspresi sehari-hari tidak jauh dari senyuman. “Seiring waktu, wajah Anda secara permanen mencerminkan dan mengungkapkan pengalaman Anda,” kata Rule. “Bahkan ketika kita berpikir kita tidak mengekspresikan sesuatu, peninggalan emosi itu masih ada.”

Profesor Rule menyatakan bahwa otak kita memiliki neuron yang berspesialisasi dalam pengenalan wajah dan hal ini terjadi terlepas dari jenis kelamin atau suatu ras. “Wajah adalah hal pertama yang Anda perhatikan ketika Anda melihat seseorang,” katanya. “Kami melihat wajah di awan, kami melihat wajah di roti panggang (maksudnya setiap hari kita melihat wajah).”

Rule mengungkapkan bahwa penelitian ini juga masih belum dikatakan memiliki nilai validitas yang tinggi. Namun ia berharap dapat melanjutkan penelitian ini dengan responden yang berusia lebih dewasa. Seperti diharapkan, orang yang lebih dewasa sudah melakukan banyak hal, entah itu melakukan operasi kerutan di wajah atau yoga.

Terakhir, para peneliti menyarankan untuk terbiasa tersenyum. Selain karena banyak tersenyum akan mencetak karakter wajah kita. Sering tersenyum juga akan menunjukkan bahwa kita bisa bersyukur dan puas dengan hidup yang dijalani, meskipun tidak kaya sekalipun.