BONEPOS.COM, BONE – Proyek pembangunan rumah adat Bola Soba kian tak jelas nasibnya. Proyek yang dijadwalkan rampung bulan Juli itu, hingga akhir Oktober 2023 ini tak kunjung selesai dikerjakan pihak kontraktor.

Pihak Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Kabupaten Bone selaku penyedia proyek pun tak mampu memberikan kepastian apakah proyek tersebut putus kontrak atau diperpanjang.

Kepala Dinas BMCKTR, Askar mengatakan, pihaknya telah meminta kepada pihak Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) untuk melakukan pendampingan terkait proyek yang menelan anggaran Rp 12 miliar itu.

“Kami menyurat ke LKPP untuk dilakukan pendampingan atas kejadian ini. Adanya insiden ini tentu pekerjaaan akan tertunda,” kata Askar saat menggelar konferensi pers di Kantor BMCKTR Bone, Jumat (27/10/2023).

Askar menyebutkan, pihaknya mengajukan dua opsi terkait penyelesaian masalah di proyek tersebut, yang pertama adalah penghentian kontrak permanen dan kedua perpanjangan kontrak.

“Kalau putus kontrak berarti uang muka yang sudah diberikan dikembalikan. Opsi kedua, kontrak diperpanjang dengan melanjutkan pekerjaan,” sebutnya.

Askar mengungkapkan, opsi kedua berupa perpanjangan kontrak bisa ditempuh, jika material kayu yang semula direncanakan adalah kayu ulin, diganti dengan kayu sejenis atau tetap kelas I

“Setelah kami meminta pandangan LKPP dengan kejadian ini apakah memungkinkan kayunya diganti yang penting kayunya tetap kelas 1. LKPP menyebutkan memungkinkan setelah direview,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota Komisi I DPRD Bone, Fahri Rusli yang dimintai tanggapannya, meminta dinas BMCKTR untuk mengambil sikap tegas dalam penyelesaian proyek tersebut.

Ia pun mendesak dinas BMCKTR untuk melakukan pemutusan kontrak dengan pihak rekanan. Tidak hanya itu, Ia juga tidak setuju jika penggantian kayu untuk bola Soba dari spek awal kayu Ulin ke kayu bayam atau kayu hitam.

“Kalau memang bisa digunakan kayu lain selain kayu Ulin, kenapa bukan diawal saat perencanaan bola Soba ini. Kenapa baru sekarang mau diganti,” kata Fahri

Diketahui, proyek pembangunan Bola Soba tak kunjung selesai lantaran pihak kontraktor CV Megah Jaya tidak mampu mendatangkan material kayu ulin yang akan digunakan di proyek tersebut.

Proyek pembangunan Bola Soba ini menelan anggaran sebesar Rp 12 miliar dan penataan jalan dan taman sebesar Rp 8 miliar. Anggarannya bersumber dari APBD Bone tahun 2022-2023. (ULR)