BONEPOS.COM, BONE – Partai Golkar Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan gagal mempertahankan kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2024 ini.

Sepanjang sejarah Pemilu di Bumi Arung Palakka, baru kali ini Golkar harus kehilangan kursi sebagai Ketua DPRD Bone.

Berdasarkan data Bonepos.com, tercatat perolehan suara Golkar di Kabupaten Bone, pada tiga kali pelaksanaan Pemilu terus mengalami penurunan.

Tercatat, pada pemilu 2014, Partai yang dipimpin Airlangga Hartarto ini memperoleh 15 kursi dari sebelumnya 19 kursi.

Kemudian pada Pemilu 2019, perolehan kursi Golkar kembali mengalami penurunan dengan hanya meraih 9 kursi.

Sementara itu, pada Pemilu 2024 ini, Golkar hanya mampu meraih 6 kursi. Dengan raihan tersebut Golkar harus kehilangan kursi ketua DPRD Bone.

Dibawah kepemimpinan Andi Fahsar Mahdin Padjalangi selaku ketua DPD II, Golkar harus pasrah kursi ketua DPRD direbut Partai Gerindra.

Diketahui pada Pemilu 2024 ini, Partai besutan Prabowo Subianto itu berhasil meraih 8 kursi di DPRD Bone.

Penurunan perolehan suara Golkar di Sulsel, menjadi perhatian khusus DPP Partai Golkar, dimana DPP akan mengevaluasi secara menyeluruh untuk Golkar di Sulsel.

Waketum DPP Partai Golkar, Erwin Aksa menegaskan, menjelang Pilkada 2024 ini, evaluasi terhadap manajemen partai di Sulsel harus segara dilakukan.

“Golkar Sulsel tentu banyak akan dievaluasi. Pasti akan ada evaluasi untuk menghadapi Pilkada 2024,” kata Erwin Aksa melalui keterangan tertulisnya, Senin, (18/3/2024).

Langkah evaluasi ini, lanjut Erwin Akas diharapkan dapat membantu memperbaiki kinerja dan strategi politik Golkar Sulsel, sehingga lebih baik kedepannya.

Diketahui, pada Pemilu 2024 ini, perolehan jumlah kursi di DPR RI Dapil Sulsel, DPRD Provinsi serta sejumlah kabupaten/kota di Sulsel mengalami penurunan.

Penurunan raihan suara Golkar terjadi di Kabupaten Luwu Timur, Kota Palopo, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Maros.

Pada beberapa kabupaten/kota tersebut, Golkar harus rela melepaskan posisi ketua DPRD yang sebelumnya dipegangnya.

Mau tidak mau, posisi Golkar harus digantikan oleh partai lain seperti NasDem, Gerindra, PDIP dan PAN yang meraih suara signifikan di Pemilu 2024 ini. (*)