BONEPOS.COM, MAKASSAR – Kisah Rahmat Daniel (19) seorang anak buruh tani menjadi warga pertama di desa pelosok Tapong, Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang lulus sebagai anggota Polri.

“Alhamdulillah, dia (Rahmat) orang pertama di Desa Tapong yang diberikan kesempatan mengikuti pendidikan Polisi. Kami juga bisa mengatakan bahwa apa yang dikatakan orang di luar sana tidak benar. Keluarga tidak mampu, terbukti mendaftar polisi, tidak ada dibayar apapun tapi bisa lolos,” ujar Kepala Desa Tapong, Ridwan, (8/7/2024).

Ridwan menerangkan, Pemuda berusia 19 tahun yang terlahir dari keluarga ekonomi menengah kebawah itu sempat dicemooh lantaran sebelumnya tidak ada warga yang menjadi polisi sejak desa tersebut ada.

Meski demikian Rahmat tetap mengejar mimpinya untuk menjadi abdi Negara, dengan berbagai perjuangannya.

Rahmat yang merupakan putra bungsu dari lima orang bersaudara, lahir dari pasangan suami istri bernama Hasanuddin dan Nurmiah, yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani.

Pastinya untuk mewujudkan mimpi itu, Rahmat harus melalui perjuangan ekstra dan ketekunan. Ditambah himpitan ekonomi keluarga yang sempat membuat ragu Rahmat mewujudkan mimpinya.

Rahmat yang ditemui media bercerita, awal mula dirinya berani mendaftarkan diri sebagai anggota Polri usai personel Polda Sulsel datang di sekolah Rahmat untuk memberikan sosialisasi dan informasi terkait perekrutan anggota Polri.

“Waktu itu saya sudah mau lulus sekolah, ada panita pendaftaran datang kasi informasi bahwa akan dibuka pendaftaran (Polri). Saya pertama ragu karena orang tua saya tidak ada biaya,” Ujar Rahmat.

Himpitan Ekonomi

Baca selengkapnya di halaman berikut