oleh

Banyak Dirugikan di Verifikasi Faktual, IYL Justru Tetap Enjoy

Banyak Dirugikan di Verifikasi Faktual, IYL Justru Tetap Enjoy

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Kendati verifikasi faktual ditemukan banyak masalah hingga merugikan IYL-Cakka yang maju di jalur perseorangan, namun duet ini tetap enjoy.

IYL-Cakka yang masih punya cadangan dukungan KTP lebih 500.000, memilih menikmati akhir pekan dengan bersantai di salah satu cafe di Phinisi Point Mall, Jalan Tanjung Bunga Makassar, Minggu (31/12/2017).

Selama beberapa jam, “Mr Komitmen” julukan yang disematkan ke mantan Bupati Gowa dua periode itu, nampak enjoy bercengkrama dengan beberapa kerabatnya. Seperti Ketua Tim Pemenangan Rumah Kita Bahar Ngitung, maupun Ketua DPW PPP Muh Aras.

Selain berbagi cerita, seperti biasa saat duduk bersantai, IYL juga sekali-kali mengeluarkan candaan dan jok-jok humornya hingga suasana di meja itu begitu mencair. Bahkan, Bahar Ngitung berulang kali tertawa terbahak mendengar berbagai humor ala IYL.

Bukan hanya bercengkrama penuh keakraban, IYL yang juga dikenal tokoh peduli kemanusiaan dan pengungsi di Indonesia versi lembaga kemanusiaan Perserikatan Bangsa Bangsa, juga melayani beberapa pengunjung yang memintanya foto bersama.

Termasuk saat salah satu karyawan cafe yang mengidolakannya sejak dulu meminta tanda-tandanya di piring kosong untuk dipajang.

“Saya tanda tangani yah,” kata IYL begitu pelayan cafe menyodorkan piring berwarna putih untuk ditandatangani.

Sekadar diketahui, IYL-Cakka hampir dipastikan maju menjadi kontestan Pilgub Sulsel. Sekalipun nantinya di verifikasi tahap pertama ada perbaikan berkas, namun hal itu bukan menjadi masalah.

Sebab stok cadangan dukungan KTP masih ada sekitar 500.000. Belum termasuk dukungan yang diterima selama verifikasi berjalan yang jumlahnya mencapai puluhan ribu.

Artinya, jika kekurangan berkas IYL Cakka hanya 3.000, maka duet ini sisa memasukkan sekitar 6.000 saja untuk lolos. Bahkan, jika ingin membuat KPU kelabakan lagi dalam melakukan verifikasi tahap kedua, maka bisa saja duet ini memasukkan semua, yakni sekitar 500.000 KTP.

Editor     : Jumardi Ramling

Komentar

News Feed