oleh

Begini “Jurus” TAKBIR Jawab Keresahan Tokoh Agama

BONEPOS.COM, SINJAI – Salah seorang tokoh agama, Nasruddin Latif yang juga Dewan Penasehat Wahdah Islamiyah Sinjai saat ditemui di kediamannya menganggap aktivitas keagamaan di Sinjai masih kurang maksimal.

“Ada kelangkaan da’i, seharusnya, sebagai daerah yang dikenal dengan bumi panrita kitta, pendidikan kader ulama perlu ditingkatkan,” harap Nasruddin yang juga pengusaha obat herbal ini.

“Pondok pesantren perlu kedepan ditata dengan baik. Bahkan seharusnya, Sinjai membuat pesantren yang bertaraf internasional, paling tidak menghidupkan wisata religius di sinjai,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Elly Oschar selaku Juru Bicara (Jubir) Takyuddin Bersama Mizar (TAKBIR) mengulas secara jelas program keagamaan yang akan direalisasikan pasangan ini jika diamanahkan memimpin Sinjai.

“Saya sebagai Alumni Pesantren ke pesantren sangat paham betul bahwa terkadang pemerintah ‘menganaktirikan’ sekolah pondok pesantren khususnya Sinjai, padahal Sinjai dikenal sebagai Bumi Panrita Kitta, Kabupaten yang paling banyak pendidikan pesantrennya.”kata Elly, Kamis (10/5/2018).

Artinya, menurut Elly, daerah ini dikenal sebagai pencetak ulama yang bisa membaca kitab atau minimal kalau orang bertanya di mana tempatnya orang ahli agama atau Ulama di Sulsel?. “Ya harusnya secara lantang orang Sinjai harus menjawab bahwa di sini tempatnya! Tapi kan kenyataannya tidak seperti itu saat ini.”tambahnya.

Pasangan TAKBIR apabila diberi amanah untuk memimpin Bumi Panrita Kitta ini, maka pasangan ini menegaskan memiliki program utama bidang keagamaan yang bermuara pada peningkatan kapasitas, pemahaman masyarakat dan pengamalan nilai-nilai agama dalam lakon hidup masyarakat Sinjai.

Salah satu programnya adalah Memfasilitasi dan melibatkan santri, Guru, Hafidz, Imam desa dan Masjid dalam kegiatan keagamaan dan pemerintahan.

Pasangan TAKBIR akan memfasilitasi pesantren-pesantren untuk melahirkan ulama-ulama baru dari Sinjai dan memfasilitasi alumninya untuk melanjutkan pendidikannya yang lebih tinggi hingga menjadi ulama kebanggaan masyarakat yang bisa memberikan kesejukan bagi Kabupaten Sinjai.

Yang menarik adalah hadirnya satu Hafidz dalam desa atau lurah, artinya juga satu desa itu sudah ada ustadznya yang lebih paham agama yang akan menghidupkan kehidupan keagamaan masyarakat Sinjai yang lebih baik lagi sehingga terwujud masyarakat Sinjai yang islami.

Kalau hal ini sudah berjalan maka kedepannya Sinjai juga akan menjadi tempat tujuan wisata baru yaitu wisata religius di Sulawesi Selatan dengan Sebutan Sinjai Bumi Panrita Kitta

Sinjai ini memiliki Masjid Annur Balangnipa termasuk Tertua di Sulawesi Selatan yang dibangun pada Tahun 1660, artinya masyarakat Sinjai sudah lama sekali mengenal dunia islam dan ini adalah modal bagi Sinjai untuk mewujudkan Sinjai sebagai pusat peradaban Islam di Sulawesi Selatan,”. (*)

Komentar

News Feed