oleh

Berniat Boikot Pilkada Bone, HMI Kecam Pernyataan Ketua Tim Umar-Madeng

BONEPOS.COM, BONE – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone kecam pernyataan Ketua tim pemenangan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bone dari jalur perseorangan dr Rizalul Umar-Andi Mappamedeng (Umar-Madeng), Muh Naim, yang akan memboikot pelaksanaan Pilkada Bone.

Langkah Ketua tim pemenangan pasangan Umar-Madeng itu, tidak pantas dilontarkan oleh Tim Pemenangan apalagi harus dimediakan bahwa mereka akan memboikot Pilkada, karena sama saja memboikot Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Perlu Dipahamai, bahwa Pilkada itu adalah produk dari sebuah aturan Hukum, perundang-undangan, bahkan dalam konstitusi UUD 1945, kegiatan memboikot Pilkada sama halnya dengan menolak UU,” ujar Sabir kepada Bonepos.com, Kamis, 15 Februari 2018, baru saja.

Baca Juga: KPU Bone Tak Gentar Hadapi Somasi Tim Paslon Umar-Madeng

Sabir menambahkan, bahwa dari sudut pandang manapun,tidak ada hal yang membenarkan kegiatan yang akan memboikot pelaksanaan Pilkada. Menurutnya, dalam pendekatan agama sudah sangat jelas, di jelaskan dalam beberapa hadits, begitu pun dalam sudut pandang hukum positif.

“Dalam HR Abu dawud dari Abu Hurairah disebutkan, bahwa jika ada tiga orang yang bepergian hendaknya mengangkat salah seorang pemimpin diantara mereka, dalam hadits lain juga disebutkan HR Muslim bahwa barang siapa yang mati dan dilehernya tidak ada bai’at maka dia mati dalam keadaan jahiliyah,” ungkapnya.

Dijelaskan Sabir, bahwa kedua hadits tersebut sudah menjelaskan tentang pentingnya mengangkat pemimpin , dan Pilkada Langsung adalah metode yang bangsa ini lakukan dalam proses mengangkat pemimpin, baik itu kepala daerah hingga seorang Presiden.

Sabir menegaskan, bahwa terkait persoalan yang muncul di lapangan terkait komplain, aduan dan protes adalah merupakan hak Tim calon, namun harus pula sesuai regulasi yang ada, jangan malah kemudian membuat statement yang dapat memicu polemik baru di masyarakat.

“Mari kita berdemokrasi dengan baik. Sekali lagi Saya tegaskan siapa pun yang mencoba memboikot jalannya Pemilukada, maka pertama yang mereka harus hadapi adalah HMI mari kita ciptakan Pemilukada yang damai dan berbudaya, untuk kita semua,” pungkasnya.

Penulis : Jumardi Ramling

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed