BPOM Pemprov Sulsel Gandeng Dinkes Sinjai Gelar Sosialisasi Pengawasan Obat dan Makanan

Editor
Balai Besar POM Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai, dan Wakil ketua Komisi IX DPR RI asal Fraksi Golkar, H Syamsul Bachri menggelar sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pengawasan obat dan makanan. Selasa, 20 Februari 2018.

BONEPOS.COM, SINJAI – Balai Besar POM Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai, dan Wakil ketua Komisi IX DPR RI asal Fraksi Golkar, H Syamsul Bachri menggelar sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pengawasan obat dan makanan. Selasa, 20 Februari 2018.

Sosialisasi ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr Suryanto Asapa di Kecamatan Tellulimpoe, yang dihadiri kepala BPOM Provinsi Sulawesi Selatan dr H. Muhammad Guntur, BPOM Kabupaten Sinjai Dra. Hj. Darmawaty, Staff tenaga Ahli Komisi IX DPR RI Awing Yahya, serta beberapa Kepala Puskesmas bersama staffnya, dan masyarakat khususnya di Kecamatan Tellulimpoe Sinjai.

Dr Suryanto Asapa dalam sambutannya menyampaikan, sekaligus mengajak kepada seluruh unsur terkait, bahwa pengawasan obat, makanan dan kosmetik mempunyai lingkup yang luas dan kompleks karena menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak, serta berimplikasi luas pada kesehatan masyarakat, Jangan mengenyampingkan mutu dan kwalitas hanya karena ingin memenuhi kebutuhannya yang sesaat tanpa menyadari obat dan makanan yang dikonsumsinya sangat mempengaruhi kesehatannya baik saat sekarang maupun nantinya.

Lanjut dr. Dedeth sapaan akrab Kadinkes Sinjai itu bahwa, Program kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), Badan POM tidak bisa bertindak sendiri tanpa peran aktif bagi para stakeholder untuk menyukseskan kegiatan tersebut khsusunya di kabupaten Sinjai.

Peran serta mitra kerja tentunya akan meningkatkan efektivitas kegiatan, utamanya dalam melakukan pendampingan untuk semakin menggerakkan pemerintah daerah dan memberdayakan masyarakat sehingga program tersebut dapat lebih sustanable dan berkelanjutan.

Sementara itu Kepala Badan BPOM Provinsi Sulawesi Selatan dr H. Muhammad Guntur, Mengatakan, Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi pemberdayaan masyarakat terhadap keamanan pangan yang bekerja sama dengan DPR-RI Komisi IX.

BPOM berkomitmen untuk mengawasi keseluruhan Kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Selatan yang bermitra dengan Dinas Kesehatan serta Disperindag, dan Mitra lain, dan saat ini masih banyak temuan produk-produk yang tidak terdaftar atau tanpa izin dan mengandung bahan berbahaya dan pihak BPOM bersama dinas terkait akan melakukan peningkatan pengawasan.

Namun keterlibatan semua pemangku kepentingan menjadi penting dalam penanggulangan peredaran obat dan makanan. “Kita sangat memerlukan campur tangan semua pihak dalam menanggulangi masalah tersebut,” ujarnya.

Penulis : Suparman Warium