oleh

Darurat Gizi Buruk Maluku Tengah, Dompet Dhuafa Terjunkan Tim Kemanusiaan

-News-75 views

BONEPOS.COM, MALUKU TENGAH — Bencana kemanusiaan berupa gizi buruk melanda pedalaman Pulau Seram, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah.

HIngga kini, sudah tiga wargapedalaman Gunung Murkele Pulau Seram dilaporkan meninggal dunia karena gizi buruk akibat kelaparan karena  keterbatasan persediaan pangan.

BNNK BONE

Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan merespon cepat dengan menerjunkan tim kemanusiaan.

Tim pertama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan telah bergerak menuju komunitas masyarakat Mausu Ane, dengan membawa logistik dan obat-obatan.

Dalam rilis yang diterima Bonepos.com, Tim Kemanusiaan tersebut terdiri dari dokter, perawat, dan satu Koordinator Respon Kebencanaan.

Selanjutnya, tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa pusat akan berangkat dari Makassar pada Jumat (27/7) siang, menuju ke Ambon.

Dijadwalkan pada hari Minggu (29/7), tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa sudah bergabung dengan aparat TNI dari Korem 1502/Masohi, untuk bergerak menuju lokasi suku Mausu Ane, dan mendistribusikan sejumlah bantuan.

Setibanya di lokasi, tim kemanusiaan Dompet Dhuafa akan melakukan mapping area dengan berkoordinasi bersama perangkat pemerintah.

Selanjutnya menetapkan posko darurat untuk kebutuhan support logistik dan berbagai kebutuhannya. Kemudian akan melakukan eksplorasi daerah untuk memudahkan pemenuhan kebutuhan gizi dengan membawa produk pemberdayaan yang kaya protein hewani dan bergizi tinggi, seperti abon ikan.

“Tim respon cepat sudah kami berangkatkan. Pertama tim Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan kami gerakkan untuk segera menangani kasus tersebut,” ungkap Doni Marlan, selaku GM Pengembangan Jaringan Dompet Dhuafa Filantropi.

Karena medan yang cukup sulit dan tidak dapat diakses kendaraan, Tim Kemanusiaan yang berasal dari beberapa unsur relawan tersebut, melanjutkan respon dengan berjalan kaki menuju lokasi.

Estimasi waktu yang harus ditempuh adalah 8 jam perjalanan. Upaya distribusi bantuan logistik dan kesehatan tersebut diharapkan dapat mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Mausu Ane, dan menekan jumlah korban jiwa, terutama dari kelompok rentan (wanita, lansia, dan anak-anak).(rls)

Komentar

News Feed