oleh

Dinilai Tidak Pro Rakyat Mahalnya Elpiji 3 Kg, Anggota DPRD Sinjai Angkat Bicara

BONEPOS.COM, SINJAI – Ketidakhadiran perwakilan anggota DPRD Sinjai dalam sidak bersama pemerintah daerah Sinjai (Kamis, 2/8/2018) ditanggapi reaktif oleh berbagai pihak.

Sebelumnya, Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kabupaten Sinjai menyayangkan ketidakhadiran anggota DPRD Sinjai.

BNNK BONE

“Saya sangat sesalkan wakil rakyat (DPRD, red) Sinjai yang saat ini terkesan duduk diam serta tidak peduli dengan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Sinjai,” kecamnya.

Ia menambahkan, sebagai wakil rakyat sebaiknya anggota DPRD Sinjai turun ke lokasi menangkap aspirasi masyarakat.

“Semestinya mereka wakil kita yang ada di DPRD sana, segera turun ke lokasi. Melihat dan mendengar langsung jeritan masyarakat Sinjai akibat melejitnya harga tabung elpiji. Jangan setelah ingin dipilih kembali baru mau muncul dilokasi,” tegas Ilham.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Sinjai, Abdul Salam dg Bali mengaku turut prihatin atas mahalnya gas elpiji 3 kg yang banyak dikeluhkan oleh warga Kabupaten Sinjai.

“Kami dari Komisi II DPRD Sinjai akan kordinasikan terlebih dahulu ke pihak Pertamina Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Apakah kenaikan harga ini berlaku secara nasional atau tidak,” jelasnya.

Baca juga: Warga Sinjai Resah Mahalnya Harga Elpiji 3 Kg, DPRD Sinjai Tidak Peduli

Lebih lanjut, Ia mengatakan pihaknya akan mengawal kenaikan harga elpiji 3 kg.

“Bila perlu, jika teman-teman di Komisi II sepakat untuk berangkat ke Pusat, kita akan kesana untuk mempertanyakan langsung terkait kenaikan harga tabung Elpiji 3 Kg ini,” tambahnya.

Suparman Warium

Komentar

News Feed