Ditipu Ratusan Juta, Laporan Nenek di Bone ini Malah Mandek di Polisi

Editor
ditipu ratusan juta
Bukti Laporan korban yang telah diterima oleh Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tanete Riattang. (BONEPOS.COM - IST)

BONEPOS.COM – Merasa dirugikan hingga ratusan juta rupiah, Hj Sahwati, seorang nenek asal Desa Tocina, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, melaporkan oknum pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bone, berinisial AA.

Pensiunan PNS tersebut dipolisikan atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Sayangnya, menurut Sahwati laporannya tersebut mandek di tangan penyidik di Polsek Tante Riattang, Polres Bone, sejak tahun 2014 lalu.

“Sudah saya lapor ke Polsek nak, sejak Juni 2014 lalu, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” kata Sahwati kepada Bonepos.com, Kamis, 22 Februari 2018.

Penipuan terhadap korban bermula saat AA menawarkan sebidang tanah seluas 75 meter pesegi berikut bangunan yang terletak di jalan Salak, Watampone, kepada korban senilai Rp 175 juta.

Baca Juga: Basarnas Bone Gelar Simulasi Road Accident Rescue

Saat itu AA dan korban sepakat dengan proses pembayaran dengan cara diangsur. Dimana korban membayar uang muka sebesar Rp 25 juta, sehingga ditotalkan dengan angsuran mencapai Rp 100 juta lebih.

“Jadi cara mintanya itu bermacam alasan, mau perbaiki atap pintu dan banyak lagi, sehingga totalnya mencapai Rp 100 juta lebih,” jelas Sahwati.

Lantaran ditengah jalan, Dia membutuhkan uang, lanjut Sahwati, Dia akhirnya meminta AA untuk mencari pembeli untuk tanah dan bangunan yang dicicilnya itu.

“Jadi saya suruh Dia jualkan dan saat itu Dia bilang ke saya nanti dijualkan. Namun setelah beberapa bulan justru ada orang lain yang meninggali rumah itu, sementara uang saya tidak kasih,” ungkapnya.

Lebih jauh, menurut Sahwati, dirinya sudah beberapa kali menemui AA namun dijanji. Ironisnya lagi AA malah menyangkali kalau uang yang sudah diterimanya dari korban sebanyak Rp 100 juta lebih.

“Saya sudah minta uang 100 juta lebih milik saya itu supaya dikembalikan, tapi Dia, mengakunya hanya menerima Rp 87 juta, karena cuma itu yang ada kwitansinya,” terang Sahwati.

Meski mengakui telah menerima uang sebesar Rp 87 juta, namun AA tak kunjung berupaya untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya untuk mengembalikan uang korban, hingga akhirnya korban melapor ke Polisi.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Tanete Riattang, Kompol Andi Asdar belum berhasil di konfirmasi perihal kasus yang dilaporkan korban tersebut.

Penulis : Iwan Taruna