oleh

DKP Pemprov Kaltara Kembangkan Konsep Mina Padi

BONEPOS.COM, TANJUNG SELOR – Untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus memanfaatkan lahan ‘tidur’ transmigrasi, tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkenalkan metode mina padi.

Program ini direalisasikan lewat demonstrasi plot (Demplot) mina padi di Satuan Permukiman (SP) 1 Tanjung Buka, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor.

Lahan demplot itu, seluas 2 hektare. Teknisnya, lahan dibagi 3 petak pemanfaatan. Yakni, pematang, kolam ikan air tawar dan petak tanaman jangka pendek (sayuran). Rencananya juga akan dibudidayakan hewan ternak unggas, Bebek.

“Metode ini sudah lama diterapkan di Pulau Jawa, dan banyak yang berhasil. Prinsipnya, jika tanaman padi gagal panen, maka masih ada ikan yang digunakan untuk menutupi kerugian atau sebaliknya. Bila keduanya berhasil, maka keuntungannya cukup besar,” kata Kepala DKP Kaltara H Amir Bakri, Rabu 21 Februari 2018.

Konsep mina padi di Tanjung Buka, ramah lingkungan. Amir memastikan penggunaan pupuk kimia dan pestisida diminimalisir. Untuk penanganan hama dan pupuk, mengandalkan peran ikan yang dibudidayakan.

“Ikan yang dipelihara itu, berperan sebagai penjaga hama juga penyedia pupuk yang berasal dari kotorannya. Pada gilirannya, padi yang dihasilkan memiliki nilai ekonomis lebih tinggi karena menggunakan pupuk alami,” jelas Amir.

Konsep ini sangat mumpuni diterapkan di Tanjung Buka. Lahannya cocok dengan sumber daya air melimpah. “Ada 30 ribu bibit ikan air tawar siap tebar. Yakni 10 ribu bibit Ikan Patin, 10 ribu Ikan Emas, dan 10 ribu Ikan Nila. Sementara untuk ternak unggasnya, ada 200 bebek untuk dipelihara. Dan tanaman pematangnya, masih disemai. Sementara padi, sudah ditanam,” ulas Amir.

Untuk merealisasikan konsep ini, DKP mengalokasikan dana sebesar Rp 150 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2018.

“Disini kami juga memperkenalkan jenis padi berumur pendek yang dapat dipanen 3 kali dalam setahun,” ucap Amir.

Untuk kelanjutan program, DKP berencana menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) setempat untuk melakukan pembinaan dan pengawasan.

Komentar

News Feed