oleh

Dugaan Penggelapan Dana Nasabah di BRI Bone Ternyata Bukan Pertama Kali

BONEPOS.COM, BONE – Kasus dugaan penggelapan dana nasabah di BRI Watampone menjadi perhatian serius sejumlah warga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Pasalnya, kasus tersebut ternyata bukan pertama kali ini terjadi di Bank plat merah tesebut, melainkan sudah berulang kali.

Berdasarkan data yang dihimpun Bonepos.com, setidaknya ada 2 kasus dugaan penggelapan dana nasabah terjadi di BRI, yang pertama terjadi di bulan Agustus tahun 2012 lalu. Dimana kasus ini melibatkan Mantan Kepala Pengkreditan Bank BRI berinisial AW.

BNNK BONE

Dalam kasus tersebut, nasabah Bank BRI bernama Suhaeriah melaporkan penggelapan dana oleh salah satu oknum pegawai Bank BRI hingga mengakibatkan korban mengalami kerugian sebesar Rp 100 juta. Hal ini diketahui korban saat dirinya hendak menarik uang tersebut dan menemukan saldonya dalam keadaan kosong.

Baca Juga: Pimpinan BRI Cabang Bone Angkat Bicara Perihal Oknum Bawahanya

Tidak hanya itu, AW juga diduga terlibat pemalsuan surat domumen untuk mencairkan dana nasabah bernama Agus Salim sebesar Rp 138 juta. Selain itu juga yang bersangkutan diduga terlibat kasus korupsi bersama dan Mantan Wakil Kepala Bank BRI Bone berinisial DA yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,2 miliar.

Kasus kedua yakni melibatkan AF, Teller BRI Unit Pembantu Bone Trade Center. Dalam kasus tersebut AF diduga telah menggelapkan dana sejumlah nasabah BRI dengan jumlah mencapai Rp 600 juta. Kasus ini mencuat setelah adanya laporan nasabah BRI pasca mutas AF ke kantor Cabang BRI Watampone.

Pimpinan BRI Cabang Watampone, Adi Widya Prakasa yang dikonfirmasi Bonepos.com baru-baru ini mengatakan bahwa dugaan penggelapan dana nasabah yang dilakukan oleh salah satu oknum karyawan BRI Unit BTC berinisial AF itu telah berproses hukum di Kepolisian.

Lanjut Adi, mengatakan bahwa untuk urusan antara nasabah dan pihaknya telah selesai. Dimana semua uang milik nasabah telah digantikan oleh pihak BRI. Dan menurut dia, sudah tidak ada persoalan lagi antara BRI dan nasabah.

“Kami pastinya bertanggung jawab atas hal ini, dan uangnya telah kami kembalikan ke rekening masing-masing, jadi tidak ada lagi masalah dengan nasabah, dan untuk laporan itu, kami serahkan sepenuhnya ke proses hukum yang ada,” kata Adi.

(Iwan Taruna).

Komentar

News Feed