oleh

Imam Shamsi Ali: Optimisme dan Masa Depan Umat

Imam Shamsi Ali
*Penulis adalah Presiden Nusantara Foundation

BONEPOS.COM –  Tak dipungkiri jika umat saat ini berada di posisi “persimpangan jalan” (crossroads). Umat terhimpit di antara pesimisme yang kronis dan optimisme yang tinggi. Bahkan tidak berlebihan jika saya mengistilahkan umat berada di antara harapan dan keputus asaan.

BNNK BONE

Realita umat di berbagai belahan dunia, baik di dunia mayoritas maupun minoritas cukup memprihatinkan. Muslim yang terzalimi di berbagai belahan dunia belum  juga memperlihat tanda-tanda yang membaik. Dari Kashmir, Afghanistan, Iran, Rohingya, Suriah, dan yang klasik Palestina, semakin hari semakin berat.

Sementara itu, dengan kebangkitan nasionalis putih di negara-negara Barat menjadikan Muslim minoritas di berbagai negara-negara itu juga menjadi bulan-bulanan. Islamophobia dan sentimen antiIslam semakin berani dan menjadi-jadi.

Bahkan boleh jadi pada tataran tertentu Islamophobia, rasisme, anti Semit, xenophobia, anti nonputih dan immigran seolah menjadi bagian dari sistem di beberapa negara Barat. Dan umat Islam dalam hal ini kerap menjadi korban berlipat ganda Selain Muslim, juga dianggap pendatang dan nonputih.

Pada saat yang sama umat di negara-negara Muslim mayoritas mengalami krisis yang cukup memprihatinkan. Friksi antar negara-negara Islam yang kerap kali diatasnamakan membela “Islam” sangat menyakitkan. Demikian pula perpecahan internal umat dalam negara mayoritas Muslim yang satu cukup menyedihkan, bahkan memalukan.

Wajah umat yang demikian cukup menjadi alasan untuk menjadikan umat ini optimis, bahkan hilang harapan. Namun di sisi lain, umat juga punya semua alasan untuk optimis. Di tengah kelamnya ragam tantangan yang dihadapi, Islam sebagai agama terus mengalami perkembangan yang tidak terhalangi (unchallenged).

Di dunia minoritas Muslim terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Di Amerika misalnya jumlah warga Amerika yang masuk Islam setiap tahunnya semakin membesar, walaupun menghadapi tantangan-tantangan tersendiri. Menurut estimasi sebagian, jumlah warga Amerika yang masuk Islam berkisar 20.000 orang per tahun.

Komentar

News Feed