oleh

BPI Minta Pemerintah Introspeksi Diri Soal Anjloknya Rupiah

BONEPOS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha, menyoroti pernyataan menteri keuangan Sri Mulyani di setiap anjloknya nilai rupiah dengan banyak menyalahkan faktor eksternal.

Seperti menyalahkan perang dagang Cina-Amerika, Krisis di Argentina dan kali ini saat rupiah ke level Rp. 15.187 /Dollar AS Sri Mulyani kembali menyalahkan defisit Italia.

BNNK BONE

“Saya heran disetiap pelemahan terjadi pemerintah selalu membuat pernyataan yang membuat gaduh dengan mengkambing hitamkan negara lain, harusnya pemerintah jujur kalau pola kebijakan yang diambilnya keliru dan tidak mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi seperti halnya sering dikritik oleh para ekonom”, Kata Panji Jumat (5/10/2018) lalu.

Panji menambahkan, anjloknya rupiah bukan hanya dimaknai sebagai akibat dari perang dagang AS dan Cina saja. Karena pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh faktor internal Indonesia sendiri khususnya soal perdagangan.

Oleh karenanya untuk mengangkat rupiah agar perkasa fundamental ekonomi Indonesia perlu di perbaiki, khususnya soal pengelolaan ekspor impor.

Namun faktanya persoalan tersebut seolah dihiraukan pemerintah era Jokowi malah membuka keran impor yang justru akan membuat perekonomian Indonesia semakin terpuruk,

“Pemerintah harus realistis jika ingin membuat rupiah kembali perkasa, hal Ini bisa diwujudkan dengan political will Jokowi sendiri, karena sumber masalah pelemahan rupiah sudah diidentifikasi herannya sampai saat ini tidak ada kebijakan yang terukur dan tepat seperti menunda berbagai proyek infrastruktur, menutup keran impor dan kebijakan solutif lainnya, jadi lebih bijak mengevaluasi kinerja pemerintah sendiri daripada harus menyalahkan melulu negara asing ”terang Panji

Komentar

News Feed