oleh

Gubernur Kaltara Sampaikan 7 Permintaan Kepada Menneg BUMN

BONEPOS.COM, TARAKAN – Kesempatan menyambut kedatangan Menteri Negara (Menneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno, untuk melakukan groundbreaking Rumah Sakit Pertamina (RSP) Tarakan, Rabu 9 Mei 2018 dimanfaatkan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie untuk menyampaikan 7 permintaan atau permohonan dukungan bagi Kaltara.

Permintaan pertama, terkait pinjam pakai lahan atau aset milik PT Pertamina (Persero) di Tarakan untuk pembangunan Mess dan Kantor Penghubung Provinsi Kaltara di Tarakan. “Usulannya telah berjalan sekitar 2 tahun, bahkan saya telah bertemu dengan Direktur Aset Pertamina. Juga telah beberapa kali menyurati Pertamina, dengan tembusan kepada Menneg BUMN. Tapi hingga saat ini tak ada realisasi. Sementara itu, tahun ini, Pemprov telah menganggarkan pembangunannya,” kata Irianto.

Dari penelusuran Gubernur, diketahui bahwa lokasi lahan yang akan dipinjam-pakai tersebut, secara aspek legalnya tak bisa dibuktikan oleh Pertamina. Di sisi lain, banyak aset lahan Pertamina yang justru diokupasi masyarakat.

“Saya sangat berharap Menneg BUMN juga Plt Dirut Pertamina (Nicke Widyawati), agar persoalan ini dapat selesai dalam 1 hingga 2 bulan kedepan. Sehingga rencana pembangunan Mess dan Kantor Penghubung dapat segera direalisasikan,” ujar Gubernur.

Permintaan kedua, usulan penambahan realisasi Program BBM Satu Harga di wilayah perbatasan Kaltara. “Sebenarnya, usulan itu sudah disampaikan sekitar 2 tahun lalu. Harapannya, memecah kecemburuan daerah lain di perbatasan atas pemerataan program pemerintah ini. Adapun usulannya, yakni APMS Long Apung, Lumbis Ogong, Simenggaris, dan 2 titik lainnya di pedalaman Kaltara,” jelas Irianto.

Komentar

News Feed