oleh

Sandiaga Uno Tunjuk Ismail Bachtiar Juru Kampanye Nasional #AgenKebaikan Sandi Muda

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Pengusaha sukses sekaligus Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno tunjuk Ismail Bachtiar jadi Juru Kampanye Nasional #AgenKebaikan Sandi Muda.

Sandiaga mengaku takjub dengan sepak terjang pengusaha muda asal Kabupaten Bone ini.

BNNK BONE

“Anak dari seorang pensiunan satpam pabrik gula di Bone, Sulawesi Selatan yang kisah hidupnya menginspirasi kita semua. Usianya baru 25 tahun,” tulis Sandiaga di akun instagram pribadinya.

Agen Kebaikan Sandi Muda adalah wadah untuk kaum milenial berpolitik dengan gaya baru di Pilpres 2019.

“Kita tampung semua kalangan milenial, baik pemilih pemula hingga yang duduk di bangku kuliah dan pemuda lain yang ingin bergabung,” tutur Ismail Bachtiar.

Alumni FKM Unhas tersebut menuturkan, #agenkebaikan Sandi Muda akan konsen di 10 provinsi yang ada di Indonesia Timur.

Namun, bukan berarti provinsi lain tidak digarap.

“Kita akan organisir setiap desa dan dirikan rumah agen kebaikan, namanya Sandiaga Milenial Center,” ujar Ismail.

Caleg PKS Sulsel Dapil 7 itu menambahkan, #agenkebaikan Sandi Muda juga akan fokus pada isu kepemudaan dan kewirausahaan.

Semua gerakannya akan terkoneksi secara nasional sehingga memungkinkan semua program di daerah Sulsel dikerjakan agen dari provinsi lain.

“Intinya, kita ajak tim ini memberikan dampak luas pada masyaraakat. Kampanye efisien tapi berdampak nyata tutur Owner Yayasan Rektor Institute tersebut.

Agen kebaikan sebenarnya sudah ada sejak lama dan bergerak dalam kegiatan sosial di daerah pelosok Sulsel.

Kelompok pemuda itu kemudian memutuskan tak tinggal diam dalam penentuan presiden.

Mereka pun bergabung di barisan Prabowo-Sandiaga Uno.

Ismail Bachtiar bukanlah orang baru mencuat di Sulsel.

Anak Satpam di pabrik gula yang ada di Kabupaten Bone itu masuk dalam deretan pemuda inspiratif Makassar oleh Makassar Terkini, pada hari Sumpah Pemuda 2016.

Pernah jualan es teler, Ismail kini sudah memiliki posisi dalam iklim bisnis dalam negeri dan dikenal sebagai pemilik tunggal PT KingDex86 (Perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan dan perminyakan).

Ia pernah merasakan istimewanya pendidikan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi.

Ia pun ingin membaginya kepada anak-anak lain melalui lembaga pendidikan informal, namun dengan pendekatan yang lebih bermakna, yaitu agama.

Ismail mendirikan Rektor Institute, sebuah lembaga pendidikan informal yang membantu mendampingi persiapan calon mahasiswa baru dan telah mendampingi ribuan peserta di seluruh Indonesia.

Selain itu, lembaga ini juga menyediakan beasiswa bantuan pendidikan untuk anak muda Indonesia yang memiliki pengalaman organisasi, prestasi dan motivasi tinggi untuk berbisnis.(*/ran)

Komentar

News Feed