oleh

Hina Profesi Wartawan, Staf RS Datu Pancaitana Dilaporkan Ke Polisi

-Bone-337 views

BONEPOS.COM, BONE – Salah seorang staf Rumah Sakit Datu Pancaitana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dilaporkan ke Polisi karena diduga telah melakukan pelecehan terhadap profesi wartawan, Kamis 19 Juli 2018.

Bermula saat berkomentar disalah satu halaman media sosial Facebook terkait berita sorotan Rumah Sakit Datu Pancaitana atas pelayanannya, Staf yang diketahui bernama Andi Hasno Abbas mengeluarkan penyataan terkesan menghina profesi wartawan.

BNNK BONE

Kemudian saat seorang wartawan dari Media Online Beritasulsel.com yang juga pemilik akun facebook Ek La Fea mengunggah link beritanya berjudul “Pasien Curhat di Medsos, Perawat RS Pancaitana Kebakaran Jenggot”.

Link berita tersebut diposting pada kolom komentar unggahan akun faceboook Subarman Salim yang mengungkapkan keluhannya terhadap pelayanan RS Pancaitana, yang banyak menuai komentar miring para Netizen.

Selang satu jam Eka mengunggah Link berita itu, Andi Hasno Abbas muncul dengan komentar kontroversialnya yakni “Ek La Fea ke rs saja sampaikan keluhannya. Jangan teriak dan memancing persiteruan di sosial. Unung ujungnya kamu angkat di berita. Kasiannya dirimu. Mau cari pembeli bensin seperti ini,” tulis Andi Hasno Abbas, Kamis 19 Juli 2018

Andi Hasno Abbas yang dikonfirmasi langsung terkait komentarnya tersebut, menjelaskan bahwa dirinya tidak terima saat institusinya diserang tanpa ada konfirmasi.

“Saya tidak terima kalau institusi saya diserang tanpa ada konfirmasi,” tegasnya saat ditemui di RS Pancaitana, sore tadi.

Sementara itu menyikapi hal tersebut sejumlah wartawan yang tergabung dalam organisasi Wartawan Independen Bone (WIB) menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Polres) Bone untuk melaporkan akun facebook Andi Hasno Abbas.

Ketua WIB, Azran mengatakan, komentar Andi Hasno di facebook itu merupakan pelecehan terhadap profesi wartawan, yang dapat menuai stigma negatif di masyarakat.

“Apakah ketika wartawan menyoroti dengan karya jurnalistiknya dianggap mencari pembeli bensin? Wah, ini pelecehan. Apalagi ini masuk pelanggaran UU ITE, karena terjadi di media sosial facebook,” ungkap pria yang disapa Achyl.

Achyl menegaskan, oknum pelayan publik tersebut seharusnya diberi sanksi berat. Menurutnya, pelayan publik semestinya mengambil sisi positif dari sebuah kritikan.

“Bukan malah ditanggapi dengan emosi seperti itu. Kalau mau klarifikasi, silahkan undang baik-baik wartawannya. Ada kan yang namanya hak jawab,” kata Achyl.

Untuk diketahui, Eka Handayani pemilik akun facebook Ek La Fea merupakan wartawan aktif media online Berita Sulsel.com. Saat ini, ia juga menjabat Sekretaris Wartawan Independen Bone.

Iwan Taruna

Komentar

News Feed