oleh

IPI Unggulkan Prof Andalan di 12 Daerah

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Pilkada Gubernur Sulawesi Selatan diprediksi akan dimenangkan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) atau Prof Andalan. Elektabilitas pasangan ini unggul di 12 daerah dari total 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Menurut data riset Indeks Politica Indonesia (IPI) per 29 Mei-10 Juni 2018, NA-ASS unggul di Kota Makassar, Takalar, Sinjai, Soppeng, Maros, Pinrang, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Utara, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba. Pada tiga kabupaten terakhir di atas, elektabilitas Bupati Bantaeng ini bahkan unggul lebih dari 51%.

BNNK BONE

Dalam riset yang melibatkan 1234 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error +/-2,9% itu, pasangan Nurdin Halid-Azis Qahhar Mudzakkar (NH-Azis) unggul di 9 kabupaten/kota di mana Bone menjadi daerah basis yang dikuasai penuh sebanyak 45,7%.

Adapun pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) hanya unggul di tiga kabupaten/kota di mana Gowa menjadi basis utama yang dikuasai penuh sebanyak 54%. Sedangkan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (AAN-TBL) harus mengalah di semua kabupaten/kota.

“Secara keseluruhan, elektabilitas NA-ASS paling tinggi yakni 32,9% disusul NH-Azis 25,4% dan IYL-Cakka 21,6%. Adapun AAN-TBL hanya mampu meraup elektabilitas 8,1% dan swingvoter masih tersisa 12%,” kata Direktur Eksekutif IPI, Suwadi Idris Amir dalam ekspose hasil survei di Hotel Swiss-belinn Makassar, Rabu (20/6/2018).

Popularitas masing-masing pasangan sudah tinggi yakni rata-rata di atas 90%, terkecuali pasangan NA-ASS yang baru dikenal oleh 88,5% responden.

Dari sisi strong voters, NA-ASS masih yang tertinggi yakni 25,4%, disusul NH-Azis dan IYL-Cakka yang strongvotersnya bersaing ketat masing-masing 18,5% dan 18%. Sementara strong voters AAN-TBL hanya 5,1%.

“Artinya dari 32,9% responden yang memilih NA-ASS, sebanyak 25,4% diantaranya itu sudah tidak akan goyah pilihannya sampai hari H meski diiming-imingi dengan janji manis dan terpaan isu-isu hoax,” imbuh Suwadi. (*)

Komentar

News Feed