oleh

IYL-Cakka: Harga Diri Orang Sulsel Tak Mudah Dibeli ‘Cukong’

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Aroma kecurangan semakin tercium jelang pencoblosan. Keberadaan “cukong” yang dikabarkan mulai berkeliaran untuk membeli harga diri rakyat Sulsel, adalah salah satu otaknya.

Olehnya itu, penyelenggara ditantang untuk mengantisipasi kecurangan tersebut. Terutama KPU untuk tidak memberikan ruang, apalagi yang ingin berusaha merekayasa data, atau merebah berbagai formulir.

BNNK BONE

Pasalnya, kehadiran cukong dapat merusak sendi-sendi proses demokrasi yang saat ini tengah berlangsung di Sulsel 27 Juni mendatang. Apalagi ‘cukong’ yang diduga membiayai kandidat tertentu dengan target jika jagoannya terpilih, akan leluasa menguasai Sulsel.

Keberadaan cukong dari luar kota, seperti Jakarta dan Kalimantan di Sulsel diduga akan ramai-ramai masuk ke Sulsel jelang pencoblosan, terutama di minggu tenang.

Kabar adanya cukong yang bermain, disampaikan kandidat Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo saat menyampaikan orasi politiknya di kampanye akbar pamungkasnya di Lapangan Karebosi, Jumat (22/6/2018).

“Kabarnya, saat ini, terutama tiga hari menjelang pencoblosan akan banyak cukong dari Jakarta dan Kalimantan masuk ke Sulsel untuk membantu kandidat tertentu memenangkan Pilgub Sulsel,” kata Ichsan YL.

Olehnya, mantan Bupati Gowa dua periode ini mengingatkan kepada penyelenggara pilkada agar betul-betul memperketat pengawasan demi terselenggaranya Pilgub Sulsel yang adil dan bermartabat.

IYL yang dikenal Komitmen, Tegas dan Merakyat smembeberkan, bahwa keberadaan para cukong di Sulsel untuk memenangkan kandidat tertentu dengan cara-cara kotor dan licik harus dilawan bersama.

Sebab informasinya, mereka akan membeli suara rakyat dengan cara melakukan politik uang, seperti melalui serangan fajar, siang dan malam jelang pencoblosan 27 Juni mendatang.

“Saya menyakini orang Sulsel tidak mudah dibeli dengan uang. Untuk itu, rakyat Sulsel harus bersatu lawan cukong dengan memberi efek jera agar bisa bertobat,” terangnya.

Masyarakat menurut doktor hukum bidang pendidikan ini harus betul-betul hati-hati dan cermat memilih pemimpin untuk Sulsel lima tahun kedepan. Minimal dalam menentukan pilihan, harus melihat sejauhmana perhatian kandidat tersebut terhadap masyarakat.

Tentunya, pemimpin yang bersih dari korupsi dan tak suka membohongi rakyatnya menjadi pilihan tepat. “Solusinya ada pada IYL-Cakka. Jadi mari satukan niat untuk mencoblos nomor urut 4 untuk Sulsel yang lebih maju dan sejahtera,” urainya.

Di akhir orasi politik, mantan Bupati Gowa dua periode itu menyerukan kepada seluruh warga Sulsel untuk menyalurkan hak suaranya pada tanggal 27 Juni mendatang.

“Janganki lupa coblos nomor urut 4, IYL-Cakka,” harap adik kandung mantan Gubernur Sulsel dua periode, Syahrul Yasin Limpo. (*)

Komentar

News Feed