oleh

IYL dan NA Berdebat Gowa-Bantaeng, Risman Pasigai: NH-Aziz Sudah Mengurus Indonesia

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Debat kandidat Pilgub Sulsel yang menghadirkan empat pasangan Cagub-Cawagub Sulsel beradu visi misi berlangsung relatif seru di tayangan salah satu televisi nasional, Kamis (19/4/2018).

Saat sesi tanya jawab antarkandidat, Cagub Sulsel Ichsan Yasin Limpo (IYL) terlibat perdebatan dengan Nurdin Abdullah (NA). IYL adalah mantan Bupati Gowa dan NA mantan Bupati Bantaeng. Keduanya menjabat dua periode.

BNNK BONE

Bahkan, IYL sempat mempermalukan NA karena tingkat kemiskinan di Bantaeng masih tinggi, padahal NA adalah seorang profesor.

“Saya ingin tahu apa alasannya karena Bapak seorang profesor. 10 tahun menjabat Bupati Bantaeng kenapa tingkat kemiskinan masih tinggi. Bantaeng itu penduduknya hanya 100 ribu lebih di Gowa ada 700 ribu lebih,” kata IYL bertanya ke NA.

Namun, NA menyalahkan data yang ada meski sumbernya dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dia pun mengaku heran kenapa data yang ada seperti itu, sehingga perlu diperiksa ulang.

NA bahkan tampak kelabakan menjawab pertanyaan tersebut dan mengklaim berhasil dengan bangunan prestisius yang sudah dibangun.

Menanggapi perdebatan Gowa-Bantaeng ini, Juru Bicara Cagub-Cawagub nomor urut 1 Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), M Risman Pasigai, sempat tergelak dan menyebut IYL dan NA bermodal kabupaten.

“Ini Sulsel Bung, modal memimpin kabupaten belum cukup, apalagi jika gagal. Perdebatan keduanya justru mengerdilkan Sulawesi Selatan. Jika memimpin 100 ribuan atau 700 ribuan penduduk saja belum mahir apalagi mau memimpin jutaan penduduk di Sulsel,” kata Risman yang juga Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Sulsel di Makassar, Jumat (20/4/2018)

Ditanya kapasitas NH-Aziz, Risman yang juga plt Ketua KNPI Kalimantan Timur ini mengatakan bahwa kemampuan NH-Aziz tak perlu diragukan, karena keduanya berkiprah di tingkat nasional dan mengurusi Indonesia secara keseluruhan.

Dari penjelasan NA ke IYL, Risman pun mengaku sudah memahami kemampuan NA meski bergelar profesor. karena tak mampu menjawab dengan baik dan jujur mengakui kelemahannya memimpin Bantaeng meski IYL sudah menanyakan sebanyak dua kali.

“Masa jawaban profesor begitu, apa penyebabnya kenapa kemiskinan di Bantaeng masih tinggi padahal penduduknya hanya 100 ribuan. Malah menyalahkan data, wah lebih heran lagi saya masa profesor menyalahkan data yang notabene adalah fakta yang tidak bisa dibantah. Akui sajalah jangan banyak pencitraan,” katanya.

Menurut Risman, supaya berimbang seharusnya NA jujur mengakui bahwa masih ada kelemahan dirinya saat memimpin Bantaeng dan jangan hanya membesar-besarkan pembangunan pantai Seruni yang sebenarnya keliru jika mengklaim lebih baik dari Pantai Losari di Makassar. (*)

Komentar

News Feed