oleh

Peringati Hari Tani, Mahasiswa Sinjai Nyaris Bentrok dengan Polisi

BONEPOS.COM, SINJAI – Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Front Pemuda dan Mahasiswa Peduli Tani Sinjai melakukan aksi solidaritas memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September.

Mereka berorasi secara bergantian di depan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Muhammadiyah (STISIPM) Sinjai, Jl. Teuku Umar. Senin, (24/9/18).

BNNK BONE

Tak hanya sampai disitu, para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Front Pemuda dan Mahasiswa Peduli Tani Sinjai melanjutkan demonstrasinya di Bundaran Taman Topekkong Sinjai.

Berselang beberapa saat, para Mahasiswa nyaris bentrok dengan petugas kepolisian Polres Sinjai lantaran keinginannya untuk membakar Ban tidak diperbolehkan oleh pihak pengamanan. Sehingga, aksi adu mulut dan saling dorong pun tak terhindarkan.

Saat berorasi, ada beberapa point yang diteriakkan oleh Mahasiswa tersebut, diantaranya menuntut agar hak petani dikembalikan, hentikan kriminalisasi petani, bebaskan aktivis lingkungan di Solo dan bangun infrastruktur untuk petani.

“Apalah arti teori pertanian, apalah arti teori kesejahteraan ketika hari ini tanah untuk petani dirampas, digusur dan kita masih diam saja” teriak Ikhwal seraya mengajak mahasiswa bergabung dalam barisannya.

Kapolres Sinjai, Ajun Komisaris Besar Polisi AKBP Ardiansyah yang dihubungi bonepos.com, mengatakan bahwa polisi adalah sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, pihaknya tetap menghimbau kepada para penyampai aspirasi untuk tetap menjaga kondisi kamtibmas.

“Kami ini adalah pengayom dan pelindung masyarakat, silahkan menyampaikan aspirasi dengan baik tanpa mengganggu masyarakat, terutama masyarakat pengguna jalan lain. Tentu kita tahu bahwa membakar ban itu dapat mengganggu pengguna jalan akibat asap tebal yang berasal dari ban yang terbakar itu, sehingga dapat mengakibatkan terganggunya penglihatan pengguna jalan. Jadi, intinya jangan sampai menimbulkan kecelakaan. Belum lagi mungkin bisa terkena instalasi listrik maupun jaringan kabel telepon,” jelas Ardiansyah.

Selain menghimbau untuk tidak melakukan pembakaran ban, AKBP Ardiansyah juga memastikan jika pihhaknya akan tetap mengawal dan mengamankan pelaksanaan kegiatan tersebut. Sehingga semuanya dapat berjalan lancar dan aman.
“Atensi saya terhadap anggota, agar tetap mengawal dan amankan aksi dengan humanis serta hindari adanya bentrokan sekecil apapun,” tegas Ardiansyah.

Diketahui, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Front Pemuda dan Mahasiswa Peduli Tani tersebut dibawah kendali Paris.

Hingga berita ini diturunkan, adu mulut yang disertai saling dorong antara Mahasiswa dan pihak pengamanan Polres Sinjai dapat teratasi dengan baik. Puluhan Mahasiswa yang sudah berorasi di Bundaran Taman Topekkong Sinjai akhirnya membubarkan diri.

Suparman Warium

Komentar

News Feed