oleh

Andi Ayu Sriwahyuni: Rindu yang Sirna 

Waktu menafsirkan misteri dalam alunan cerita yang penuh tanya,
Begitu juga dengan rindu
Rindu ini masih disini, disudut ruangan kecil,
Dibalik jendela yang setiap hari menemani dalam resah penantianku

Dan rindu ini masih sama Perasaan ini pun kian menggelora ketika memandang potret dirimu
Namun jarak masih egois untuk menciptakan temu

BNNK BONE

Tapi, kamu masih saja sama Kamu terlalu menyilaukan untuk dipandang Kian bersinar dan kian menjualang tinggi ke langit

Diriku kini bagai “pungguk merindukan bulan”
Yang entah berapa kilometer lagi ku tempuh
Untuk bisa menggapaimu

Apakah rindu ini wajar untuk ku simpan?
Apakah perasaan ini masih layak untuk kubalut dengan hangat? Sepertinya kata “sirna” adalah jawabannya.

*Andi Ayu Sriwahyuni
Penulis adlaah Mahasiswa Universitas Negeri Makassar

Komentar

News Feed