oleh

Kembali Diunggulkan di Survei Terbaru, Ini Imbauan IYL-Cakka

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) tak ingin mengendorkan semangat apalagi terlena dengan hasil survei terbaru JSI yang tetap menempatkannya di posisi pertama, 6 hari jelang pencoblosan.

Ketua Tim Pemenangan Rumah Kita IYL-Cakka, H Bahar Ngitung mengatakan, sejak awal pihaknya selalu menjadikan hasil survei sebagai pelecut semangat. Diunggulkan atau tidak sekali pun, koalisi rakyat tak mau jumawa, apalagi mengendorkan semangat.

Justru, lanjut dia, hasil survei Juni yang menempatkan IYL-Cakka unggul tipis dari NA-ASS semakin membuat tim dan relawan untuk terus menunjukkan kesolidan, sekaligus mewaspadai potensi kecurangan yang semakin tercium.

“Kami menghimbau kepada segenap tim, relawan dan semua komunitas koalisi rakyat IYL-Cakka, agar di sisa waktu jelang pencoblosan sampai pasca pencoblosan untuk meningkatkan kewaspadaan, sekaligus pengawasan ketat bagi siapapun yang ingin berbuat curang,” imbau Obama, sapaan akrab Bahar Ngitung, Kamis 21 Juni 2018.

Senator RI ini menguraikan, indikasi ada pihak tertentu yang ingin menghalalkan segala cara merebut kemenangan, semakin nampak. Bahkan, ada oknum pejabat negara yang ketahuan bolak balik ke Sulsel yang diduga untuk kepentingan menyukseskan salah satu pasangan.

Pihaknya, lanjut dia, sudah merasakan adanya upaya untuk melemahkan dukungan IYL-Cakka. Mulai dari indikasi mengganggu kantong-kantong suara melalui dugaan politik uang, data base dukungan KTP, hingga potensi memainkan undangan dan pemberitahuan memilih ke TPS.

“Bahkan kami dengar lagi, ada yang mencoba melacak nama-nama saksi kami di TPS. Sekarang yang kami lawan bukan hanya tim lawan, tapi oknum pejabat dan oknum yang mencoba menyalahgunakan alat kekuasaan negara,” terang Obama.

Untuk itu, pihaknya mewanti-wanti tim, relawan dan simpatisan untuk mewaspadai upaya tersebut. Menurutnya, jika ada yang mencoba melakukan cara-cara seperti itu, maka saatnya rakyat menghadapinya.

“Jangan berikan ruang ke siapapun yang mau melakukan kecurangan, apalagi yang mau memanfaatkan alat kekuasaan,” pungkas Obama. (*)

Komentar

News Feed