oleh

Ketua Tidar Selayar Kecam Lemahnya Pengawasan Pemerintah Terhadap Alat Transportasi Laut

BONEPOS.COM, SELAYAR – Tragedi kemanusiaan menimpa penumpang kapal feri KM Lestari Maju yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan (3/7/2018). Kejadian tersebut, terus menuai sorotan publik, Kamis 5 Juli 2018.

Informasi terbaru, sebanyak 35 orang dikabarkan meninggal dan 155 orang penumpang selamat masih mendapat perawatan intensif di RS KH. Hayyung, Puskesmas Batangmata, dan Puskesmas Parangia Kepulauan Selayar.

Menurut, Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Selayar, Patriadi Patta, jargon pemerintah menjadikan Indonesia poros maritim masih gagal. Pasalnya pemerintah tidak punya komitmen dan tindakan konkret untuk menjadikan moda transportasi air dan angkutan penyeberangan menjadi moda transportasi ‘kelas satu’ baik dari sisi infrastruktur, regulasi, dan standar keamanan.

“KM. Lestari Maju telah menambah daftar panjang gagalnya sistem pengawasan standar keamanan kapal penumpang yg dipergunakan di Indonesia. KM. Lestari maju merupakan bekas kapal landeng yang diubah menjadi kapal penumpang,” paparnya.

Dirinya menyebutkan, KM Lestari Maju milik Hendra Yuwono tersebut tidak terdaftar di Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

“Sejak di operasikan tahun 2017 telah beberapa kali mengalami masalah sampai peristiwa matinya mesin kapal hingga hanyut selama 5 jam di perairan selayar. Tidak layaknya KM. Lestari Maju sebagai kapal penumpang terkesan hanya untuk mengejar keuntungan semata dengan mengabaikan prinsip-prinsip keamanan dan keselamatan penumpang kapal,” lanjutnya.

Ia menegaskan, agar kejadian ini diusut secara tuntas dan menjadi otokritik di lingkup Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, dan badan terkait, bahkan secara umum bagi Kementrian Perhubungan sebagai regulator moda transportasi laut.

“Penegak hukum dan institusi yang berwenamg untuk mengusut tuntas peristiwa tenggelamnya kapal KM. Lestari Maju. Tangkap dan adili siapapun yg terlibat dalam pengoperasian kapal tersebut,” tegasnya.

Sebelum kejadian KM Lestari Maju, diketahui kapal penyeberangan Makassar-Barrang Lompo juga tenggelam (13/6/2018) lalu tenggelam denga korban meninggal 16 orang dari total penumpang 73 orang.(*)

Komentar

News Feed