oleh

Kunjungi PLTB Sidrap, Ini Kata Pj Gubernur Sulsel

BONEPOS.COM, SIDRAP – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Sumarsono meninjau proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kabupaten Sidrap, Sabtu 2 Mei 2018 kemarin. Proyek ini sendiri sudah beroperasi selama tiga bulan.

Dalam kunjungan pertama kali ini, Sumarsono didampingi Kepala Dinas ESDM Sulsel Gunawan Palaguna, Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman, Sekda Sidrap Sudirman Bungi, dan beberapa pimpinan SKPD lingkup Pemda Sidrap. Hadir juga Pjs Wali Kota Parepare Luthfi Nasir, Kabag Protokol Pemprov Sulsel Amson Padolo, dan Karo Umum Pemprov Sulsel Muh Hatta.

BNNK BONE

Terdapat 30 unit kincir angin dengan kapasitas masing-masing 2,5 megawatt dengan total 75 megawatt. Dan setiap turbin dipasang di menara baja 80 meter. Jumlah rumah tangga yang dialiri listrik kurang lebih 100.000. Setelah pemaparan, Sumarsono berada rombongan meninjau Wing Turbin Generator (WTB) 24, yang tidak jauh dari kantor proyek.

Sumarsono mengatakan, beroperasinya PLTB ini adalah bukti proyek nasional di Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang ada di Sulsel berhasil dan diharapkan juga demikian dengan proyek-proyek lainnya.

“Ini adalah proyek pertama untuk pembangkit listrik tenaga bayu,” Kata Sumarsono.

Keberhasilan PLTB Sidrap 1 ini memberikan dampak terhadap kepemimpinan Jokowi. Ia menilai, setelah melakukan observasi dari sistem yang ada dan fakta lapangan dinilai berhasil. Proyek ini menjadi daya dongkrak terhadap kinerja pemerintah saat ini.

Terkait rencana selanjutnya, untuk PLTB Sidrap tahap dua dengan menghasilkan listrik sekitar 50 megawatt terdapat peluang untuk dihadirkan.

“Saat ini PLTB Sidrap sudah menghasilkan listrik hingga sekitar, 67 mw dengan produksi maksimal 75 mw,” ungkapnya.

Ia menekankan, agar proyek ini memberikan dampak besar pada Pemda Sidrap, masyarakat Sulsel terutama yang tinggal di daerah sekitar proyek.

“Ini betul-betul bisa dijaga dan bisa memberikan dampak pada masyarakat lokal dan juga pada pemerintah daerah, kombinasi ini yang diharapkan menjadi strategi investasi pengembangan energi,” ujarnya.

Selanjutnya, hadirnya PLTB ini bisa menjadi ikon baru bagi Sidrap dan menjadi destinasi wisata. Ada rencana induk pariwisata daerah, lalu detail kawasan, termasuk misalanya penempatan UKM, parkir dan toilet.

“Rencana detail itu harus dibahas bersama perusahaan sehingga tidak menganggu secara sepasial karena ada beberapa daerah yang terlarang untuk dimasuki,” sebutnya.

Pihak perusahaan sendiri juga saat ini sedang mendesain rencana tersebut, termasuk dengan menyiapkan mobil tersendiri menuju ke lokasi kincir angin. Yang juga perlu menjadi perhatian serius adalah distribusi listrik dari pembangkit ini ke PLN kemudian ke konsumen. Untuk itu, komitmen antara PLN dan pemda dibahas secara detail. (*)

Komentar

News Feed