oleh

Legislator Bone Kecam Sikap Arogansi Oknum Satpol PP

Legislator Bone Kecam Sikap Arogansi Oknum Satpol PP
Foto saat Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bone, Andi Takdir di aniaya oleh sejumlah oknum anggota Satpol-PP Bone. (BONEPOS.COM – JUMARDI RAMLING).


BONEPOS.COM, BONE – Anggota DPRD Kabupaten Bone mengecam tindakan arogan yang dilakukan oknum petugas Satpol PP terhadap Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bone, Andi Takdir, pada saat tengah bekunjung di alun-alun lapangan Merdeka Bone, Sabtu, 23 Desember 2017 malam kemarin.

“Saya sangat menyayangkan hal ini, kenapa bisa sampai terjadi. Harusnya Satpol-PP ini memberikan pembinaan, jangan malah bertindak kasar bahkan hingga main pukul, apalagi ini penyandang Disabilitas,” ungkap Anggota DPRD Bone, Rismono Sarlim kepada Bonepos.com, Minggu, 24 Desember 2017 malam.

Menurut dia, pihaknya mengaku prihatin atas perlakuan kasar oknum Satpol PP tersebut. Seorang penyandang Disabilitas saja yang mengalami keterbatasan fisik sampai mendapatkan perlakuan kasar, apalagi warga yang normal, mungkin perlakuan kasar bisa jadi lebih parah lagi.

“Ini saja orang disabilitas yang dipukul, bagaimana kalau orang yang normal, mungkin sudah digebuki habis-habisan. Tentunya Kepala Satpol-PP Bone harus menindak anggotanya yang telah melakukan penganiayaan itu, harus diberi sanksi,” tegasnya.

Tidak hanya itu, legislator Partai Hanura ini juga meminta pihak Kepolisian untuk menindaklanjuti laporan penganiayaan tersebut, karena menurutnya, kasus yang dialami Andi Takdir merupakan kriminal murni dan harus mendapatkan keadilan.

“Harus diproses, ini kriminal murni, apalagi ada bukti rekaman dan ada beberapa saksi yang melihat kejadian itu. Tidak ada yang kebal hukum,” ungkapnya.

Terpisah, Andi Takdir korban pemukulan oknum anggota Satpol-PP Bone menceritakan, bahwa kejadian dirinya tengah menonton latihan menari komunitas pemuda di Lapangan Merdeka bersama putrinya. Hanya saja pada saat itu, tiba-tiba datang belasan anggota satpol PP yang membubarkan latihan tersebut.

“Saya tanya ke Satpol-PP kenapa di suruh bubar mereka kan tidak merusak, mereka justru menghibur kita para pengunjung, Kalau juga dilarang kenapa baru sekarang kenapa tidak sejak dulu dilarang,” Ungkapnya kepada Bonepos.com.

Dijelaskannya, bahwa saat itu juga dirinya meminta kepada komunitas pemuda tersebut untuk melanjutkan latihannya, namun pada saat bersamaan pula, dirinya langsung ditendang dan dipukuli sejumlah oknum anggota Satpol-PP.

“Jadi saya bilang ke penari lanjut saja tidak adji aturan yang melarang kalian menari disitu, tiba-tiba komandannya tendang saya terus ikutlah angotanya yang lain memukul. Atas kejadian ini, saya pun memilih menempuh jalur hukum,” jelasnya.

Bukan hanya Andi Takdir yang harus menerima aksi ala preman Oknum Anggota Satpol-PP ini, melainkan, seorang pemuda lainnya, yakni, Zulfikar 22 tahun, warga Jalan Sungai Musi, Watampone. Dimana dirinya juga dianiaya oleh oknum anggota Satpol.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Satpol-PP Bone, M Zainal yang mencoba dikonfirmasi, hingga kini belum memberikan penjelasan terkait aksi main pukul sejumlah bawahannya itu.

Penulis   : Iwan Taruna
Editor     : Risal Saleem

Komentar

News Feed