oleh

Soal Penolakan Panglima TNI oleh AS, Begini Reaksi Wapres JK

-News-1.012 views
Panglima TNI, AS, Wapres JK


BONEPOS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) menanggapi penolakan terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang ditolak memasuki wilayah Amerika Serikat (AS), Sabtu, 21 Oktober 2017 lalu.

JK menilai, yang terpenting dalam permasalahan yang dialami oleh Jenderal Gatot, pihak Amerika Serikat sudah menyampaikan permintaan maaf.

BNNK BONE

“Yang penting mereka (AS – red) sudah minta maaf dan menyesalkan kejadian itu,” kata Jusuf Kalla yang baru saja tiba di bandara Halim Perdanakusumah Jakarta, usai menghadiri KTT D-8 di Istambul dan menunaikan ibadah umroh di Arab Saudi, Selasa pagi, 24 Oktober 2017.

JK mengaku, kalau dirinya sendiri belum mengetahui apa yang menyebabkan panglima TNI Jenderal Gatot, ditolak masuk ke Negeri Paman Sam itu. JK menyebutkan, bahwa permasalahan ditolaknya Panglima bisa bermacam -macam, mulai dari masalah administrasi hingga masalah lainnya.

‎”Sampai sekarang belum mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Ada masalah adminsitrasi lah atau apakah kita tidak tahu,” terangnya.

Meski saat ini pihak Amerika Serikat kini sudah memperbolehkan panglima TNI menghadiri undangan Jenderal ‎Jenderal Joseph F Durford Jr, namun karena adanya permasalah tersebut, menurutnya Panglima belum perlu hadir.

Baca Juga: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo Dicekal Masuk AS, Dubes AS Minta Maaf

‎‎Diberitakan sebelumnya Panglima TNI yang sedianya akan bertolak ke AS untuk menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) yang dilaksanakan 23 hingga 24 Oktober 2017 di Washington DC batal lantaran ditolak oleh pihak US Custom‎ and Border Protection.

Penolakan terhadap Panglima TNI itu disampaikan oleh pihak maskapai penerbangan Emirates pada Sabtu, sore, dimana saat itu Panglima dan rombongan sudah tiba di bandara.

‎Pasca penolakan itu, melalui ajudannya, Panglima TNI Gatot Nurmantyo langsung meberikan laporan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno L.P. Marsud dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Penulis   : Ilham Iskandar
Editor     : Risal Saleem

Komentar

News Feed