oleh

Gelar Lawatan ke Belanda, Ini Tujuan Bupati Fahsar

Gelar Lawatan ke Belanda, Ini Tujuan Bupati Fahsar
Bupati Bone, H Andi Fahsar M Padjalangi saat memberikan cenderamata kepada Duta Besar I Indonesia di Belanda, Gusti Agung Wesaka Puja  (BONEPOS.COM – IST).


BONEPOS.COM, DEN HAAG – Bupati Bone, H Andi Fahsar M Padjalangi bersama Kepala Dinas Kebuadayaan H Andi Promal Pawi dan sejumlah pejabat terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone berangkat ke Den Haag, Belanda. Kunjungan ini berlangsung mulai tanggal 5 hingga 14 Desember 2017.

Kepala Dinas Kebudayaan Bone, Andi Promal yang dikonfirmasi mengatakan, keberangkatan dirinya bersama dengan Bupati Fahsar dan sejumlah pejabat Bone ini dalam rangka untuk melihat langsung sejumlah artefak benda arkeologi atau peningalan benda-benda bersejarah kerajaan Bone yang ada di Belanda.

BNNK BONE

“Ada beberapa arfeak dari kerajaan Bone di sini (Belanda) kunjungan ini sebagai tindak lanjut pernyatan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte yang akan mengembalikan sedikitnya 1.500 arfeak dari beberapa kerajaan di Indonesia, termasuk Bone,” ungkapnya, Sabtu, 9 Desember 2017.

Dijelaskannya, bahwa setibanya di Belanda, rombongan Bupati Fahsar langsung menuju ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag Belanda, dimana rombongan Bupati diterima langsung oleh Duta Besar I Gusti Agung Wesaka Puja.

“Setiba di belanda, rombongan langsung menuju ke KBRI. Pada kesempatan itu, Bupati bertemu langsung dengan Kedubes dan memberikan cendera mata berupa plakat kepada Kedubes RI di Belanda yakni bapak I Gusti Agung Wesaka Puja,” jelasnya.

Rombongan Berkunjung ke Museum Nusantara 

[CUT]

Rombongan Bupati Fahsar saat mengunjungi Museum Nusantara di Delft Belanda, dimana ribuan arfeak milik beberapa kerjaan di Indonesia termasuk kerajaan Bone disimpan. (BONEPOS.COM/IST).

Selanjutnya, kata Promal, rombongan Bupati kemudian menuju ke Museum Nusantara di Delft, Belanda dimana sebanyak 1.500 arfeak dari beberapa kerajaan di Indonesia termasuk Bone tersimpan.

Dari 1.500 arfeak milik beberapa kerjaan di Indonesia yang tersimpan di Belanda diantranya berupa Tekstil (Kain), patung arca batu, kayu, senjata, keris dan sebagainya.

Seperti yang diketahui, rencana pengembalian 1.500 arfeak milik Indonesia ini diungkapkan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte kepada Presiden Joko Widodo, saat melakukan lawatan ke Indonesia pada bulan November 2016 lalu.

Mark Rutte mengatakan, pengembalian arfeak ini dilakukan pemerintah Belanda lantaran, Museum Nusantara di Delft Belanda akan ditutup, sehingga diputuskan untuk dikembalikan ke Indonesia.

Rombongan Bupati Fahsar saat Tiba di Belanda

[CUT]

Bupati Bone, H Andi Fahsar M Padjalangi saat bertemu kepada Duta Besar I Indonesia di Belanda, Gusti Agung Wesaka Puja  (BONEPOS.COM – IST).

Bupati Fahsar berfoto bersama romobongan saat tiba di Bandara Udara Internasional Schipho, Amsterdam, Belanda (BONEPOS.COM-IST).

Penulis   : Ilham Iskandar
Editor     : Risal Saleem

Komentar

News Feed