oleh

Pengamat Sebut Guru dan Kepsek Sasaran Empuk Saat Pilkada

-News, Politik-1.104 views

BONEPOS.COM, JAKARTA – Profesi guru dinilai akan menjadi komoditi politik, serta saaran empuk para elit politik. Apa lagi dimusim hajatan Pilkada. Karena Siapa yang menguasai guru diyakini bisa menjadi kepala daerah, bahkan presiden.

“Sudah rahasia umum itu guru dan kepsek sasaran empuk saat Pilkada maupun Pilpres. Makanya jangan heran pemerintah mengeluarkan kebijakan yang proguru;” ujar Indra Charismiadji, pengamat pendidikan, di Jakarta.

BNNK BONE

Kebijakan yang dinilai sarat politik adalah rencana mengangkat guru honorer menjadi CPNS.

Selama guru tetap menjadi komoditi politik, mutu pendidikan tidak akan pernah meningkat. Sebab, proses rekrutmennya dari cara-cara yang tidak profesional.

Padahal ratio guru di Indonesia sudah 1:16. Artinya satu guru melayani 16 siswa. Di Amerika saja rationya 1:60 karena menerapkan e-learning.

“Buat apa mengangkat guru honorer menjadi CPNS padahal kualitasnya rendah. Coba tanya orang tua murid, apa ikhlas anaknya diajari guru yang tidak berkualitas,” bebernya.

Indra melihat, mengangkat guru honorer potensial mengangkat suara calon kepala daerah maupun capres.

Angkat 400 ribu honorer sama artinya meraup suara suami/istri, keluarga, orang tua murid.

“Banyak kok guru dan kepsek yang diangkat karena faktor kolusi dan nepotisme. Ini sudah berlangsung bertahun-tahun makanya jangan heran PNS Dinas Pertamanan atau instansi yang tidak linear jadi kepsek,” paparnya.

Sumber : Jpnn

Komentar

News Feed