oleh

Publik Soroti Pemerintah, BPI: Negara Gagal Berikan Rasa Aman

-News-253 views

BONEPOS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha menyebut peristiwa teror beruntun di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/4) kemarin menyita publik.

Pasalnya, selama ini peristiwa terorisme yang terjadi menjadi bukti jika Pemerintah melalui aparaturnya tidak hadir melindungi rakyat dalam menjalankan ibadah.

BNNK BONE

“Pengeboman 3 Gereja di Surabaya mendapat kecaman publik dengan mengutuk aktor dibalik grand design adanya peristiwa terorisme,” tutur Panji dalam keterangan rilisnya (Senin, 14/5/2018).

Akan tetapi, lanjut Panji, peristiwa tersebut perlu diluruskan seolah adanya kejadian teror tersebut dikarenakan persoalan RUU Terorisme yang tak kunjung selesai.

“Padahal dengan UU yang saat ini ada Pemerintah mampu mendeteksi secara dini ancaman teror di berbagai target aksi, jika Pemerintah Jokowi mampu memaksimalkan peran Polri, BIN, BNPT dan apatur lainnya,” jelasnya.

Panji menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan tidak terlalu bertanggungjawab dan seolah menganggap RUU Terorisme satu-satunya solusi.

“Pertanyaanya adalah mengapa Pemerintah Jokowi mengulur-ngulur waktu membahas RUU Terorisme dengan DPR ?.  Kedua, apakah dengan adanya Polri, BIN dan BNPT negara belum mampu berbuat banyak untuk mendeteksi peristiwa teror. Artinya jika Pemerintah mampu kejadian terorisme ini tak akan terus berulang di Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Panji mengatakan, publik sudah muak dengan aksi teroris semacam ini yang kerap terjadi tanpa ada solusi antisipasi agar tidak terjadi peristiwa serupa.

“Publik juga menganggap negara dalam hal ini Pemerintah Jokowi dianggap gagal melindungi rakyat dengan adanya aksi teror tersebut, dari peristiwa ini jika pemerintah serius perlu ada pertanggungjawaban dari Pemerintah atau instansi terkait seperti Polri, BNPT dan BIN untuk mengungkap siapa pelaku utamanya dan dapat mengantisipasi peristiwa lanjutan. Jika tidak mampu baiknya kepala dari instansi terkait tersebut leogowo untuk menaggalkan jabatannya secara terhormat”,  tutup Panji.(*)

Komentar

News Feed