oleh

Didukung Mesin Partai Militan dan Ulama, Sulit Menyaingi Sudrajat-Syaikhu di Pilkada Jabar

-News-405 views

BONEPOS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, ketergantungan kepada tokoh populer tanpa didukung mesin partai yang kuat dalam memenangkan pilkada Jawa Barat tidak akan berdampak kepada pemilih.

Pasalnya, pilkada DKI Jakarta dan Banten adalah bukti hancurnya stigma tokoh populer adalah kunci kemenangan dalam pilkada serentak kali ini.

BNNK BONE

“Tokoh populer tanpa di dukung mesin partai yang kuat tidak akan berarti layaknya kapal tanpa kru, sebaliknya jika mesin partainya berjalan dengan baik itulah yang akan menentukan kemenangan di Jawa Barat. Sebagai provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak di Indonesia, saya kira pertarungan politik Jabar akan berbeda dengan pilkada di tempat lain, karena Jawa Barat adalah kunci sebagai modal mengadapi pemilu 2019 yang akan datang” tutur Jajat.

Menurut Jajat, dari 4 calon yang maju dalam pilkada Jabar yang secara jelas didukung oleh mesin partai yang kuat hanya 3 calon yaitu pasangan Hasanah yang di usung PDIP, Sudrajat-Syaikhu (Gerindra-PKS) dan terakhir pasangan Deddy-Dedi yang diusung oleh partai Golkar dan Demokrat.

Namun, dengan bekal pengalaman dua kali menang di Jawa Barat menjadi bukti jika mesin PKS paling efektif ditambah dengan berkoalisi dengan Gerindra yang juga dikenal mempunyai mesin partai yang militan saya kira akan sangat sulit disaingi oleh partai lain.

“Calon kepala daerah populer bukanlah jaminan akan memenangkan pilkada Jabar dengan mudah, berbeda dengan dukungan kepada calon, sebaliknya suara Jawa Barat justru ditentukan oleh ketokohan seperti alim ulama, mengingat sudah banyaknya para tokoh ulama yang mulai turun gunung dan ikut berkampanye, kemenangan di Jawa Barat justru akan ditentukan oleh tokoh-tokoh diatas, siapapun calon yang paling banyak mendapat dukungan dari para tokoh ulama jabar dialah yang akan menjadi pemenang” tutup Jajat.(ran)

Komentar

News Feed