oleh

Gagal Urus Ekonomi dan Elektabilitas Dibawah 50 persen, Jokowi Kewalahan Pertahankan Kursi RI 1

BONEPOS.COM, JAKARTA – Memburuknya kondisi ekonomi dinilai permasalahan tersendiri bagi pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla.

Pasalnya, empat tahun berkuasa berbagai target pertumbuhan ekonomi tidak kunjug terealisasi, kondisi ini di perparah dengan nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dollar AS yang juga menjadi faktor mahalnya harga kebutuhan pokok masyarakat.

BNNK BONE

Hal tersebut, ditegaskan oleh Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman.  Ia mengungkapkan, permasalahan sebenarnya yang dihadapi oleh pemerintahan Jokowi – Jk adalah dibidang ekonomi.

“Meskipun terus mendapatkan suntikan dana dari utang luar negeri, tentu akan ada keterbatasan dari pemerintah yang terus menghabur-hamburkan uang untuk melakukan intervensi pasar. Dengan terus memupuk utang makan beban dari pembayaran utang juga semakin besar,  hal ini harus dipahami betul karena menambah utang yang dianggap sebagai solusi adalah keliru” tegas Jajat.

Lebih jauh, Jajat menagatakan, ambisi Jokowi yang terus melakukan pembangunan infrastruktur dengan dalih membangun fondasi ekonomi merupakan kebijakan yang baik, namun jika tidak diimbangi dengan kondisi masyarakat akibat dari kebijakan menarik berbagai subsidi yang berdampak pada semakin besarnya pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh masyarakat ditengah kondisi ekonomi yang tidak kunjung membaik pada akhirnya menjadi boomerang bagi pemerintah.

“Mengingat saat ini sudah memasuki tahapan tahun politik, dengan kondisi yang sekarang ini sangat wajar jika elektabilitas Jokowi berada dibawah  50 persen, ini tentu bukan merupakan kabar yang baik karena berdasarkan pengalaman dalam pemilihan, jika seorang petahana berada diangka kurang dari 50 persen dapat dipastikan akan sulit mempertahankan posisinya, hal ini ditengarai karena masyarakat sudah berpaling dalam menentukan pilihannya karena dengan kondisi seperti sekarang ini yang dibutuhkan adalah kandidat alternatif yang lebih baik” tutup Jajat.(*)

Komentar

News Feed