oleh

Terharu, Ibunya Terseret Tsunami, Balitanya Hilang Dipangkuannya

-News-199 views

BONEPOS.COM, BONE.–Seorang korban selamat bernama A. Yuliana Bakir (39) menuturkan bagaimana dirinya terseret gelombang tsunami sejauh beberapa puluh meter.

A Yuliana Bakir yang akrab disapa Andi Yuli adalah warga Bone yang bekerja di Kantor Kemenag Palu sejak 2001.

BNNK BONE

Dia menceritakan bagaimana dirinya hanya bisa memeluk anaknya Frily Maharani (Rani) yang baru berusia 5 tahun saat keduanya ada di anjungan tepi pantai Talise ketika gelombang tsunami menerjang dengan cepat, pada Jum’at (28/9) lalu sekira pukul 17.59 Wita.

Terjangan tsunami itu memisahkan Andi Yuliana dengan putri kesayangannya ketika anjungan tempat ia berpijak dengan anaknya semua rubuh ke laut.

Saat ini A. Yuli mengalami shock dan trauma berat jika mengingat peristiwa gempa tsunami yang dahsyat itu.

Informasi yang dihimpun Bonepos.com dari kakak korban A Fatmawati Bakir, ia merasa bersyukur saat mendapati adiknya di pengungsian, namun sayangnya anaknya yang bungsu Rani belum ditemukan sampai sekarang.

“Masih dalam keadaan shock, adik saya Andi Yuliana bercerita, kronologi peristiwa awalnya sepulang kantor Jumat itu dia dan anaknya Rani pulang lewati pantai Talise, karena Rani minta bermain singgahlah dia tepatnya dianjungan bermain motor-motor, yang pada saat itu memang lagi ramai ramainya karena akan ada acara pembukaan Palu Nomoni untuk Hut Kota Palu yang ke 40. Karena sudah Magrib adik saya A. Yuli berniat mau pulang ke rumah, tiba-tiba gempa hebat datang dan tanah sepanjang anjungan itu rubuh. Belum hilang dari kagetnya air tsunami dari belakang juga datang bersamaan, dia menggendong anaknya namun tanah yang dipijaknya semua amblas masuk ke dalam laut. Dia masih merasakan memeluk anaknya dalam laut, tapi karena derasnya air di dasar laut, Rani terlepas dari pelukannya, antara sadar dan tidak sadar entah berapa lama di dasar laut, adik saya juga merasa sudah mati, namun tiba tiba ada pohon besar yang membawanya ke permukaan dan ada yang menyelamatkannya terdampar di belakang Hotel Grand Duta, depan Taman Budaya.

“Alhamdulillah anaknya 2 orang Gifar (16 ) dan Rehan (10) di Petobo selamat, namun rumahnya tertutup lumpur. Hingga sekarang anaknya Rani belum ditemukan, mohon doanya semoga ada keajaiban bisa selamat juga, Amin,” tutur A Fatmawati Bakir saat ditemui Bonepos.com sedang merawat adiknya A. Yuliana yang kondisinya masih sangat shock.

Sugianto Warium

Komentar

News Feed