oleh

NH-Aziz Hindari Kampanye Hura-hura

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Tahapan masa kampanye Pilgub dan Pilkada serentak telah berlangsung. Salah satu pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) mengungkapkan kesiapannya menghadapi hari pemilihan selama masa kampanye.

NH menuturkan, tim pemenangan telah mensolidkan barisan dalam bergerak selama masa kampanye. Kampanye akan berlangsung hingga 23 Juni mendatang.

“Tolong fokus betul khususnya utk kampanye yang berbasis per TPS dengan penggerak ujung tombaknya adalah GNH17. Harus didiskusikan secara matang strategi dalam memenangkan baik Pilgub maupun Pilkada,” pesannya, Jumat, 16 Februari 2018 kemarin.

Lebih lanjut, Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini juga mengimbau agar tim pemenangan berfokus menggalang simpati rakyat. Karena itu, dirinya enggan melibatkan proses kampanye yang cenderung bersifat hura-hura.

“Tujuan kita adalah bagaimana bisa meraih suara untuk memenangkan pemilihan, bukan untuk berhura-hura. Sekarang sudah masuk tahap penggalangan bukan lagi perkenalan. Kampanye yang hura-hura itu tidak ada,” tuturnya.

Ketua Koorbid Pratama DPP Partai Golkar ini kemudian berujar, gagasan Gerakan Membangun Kampung dan kajian isu strategis sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah menjadi pembahasan inti dalam kampanye. Sehingga, hal tersebut mampu mendongkrak elektabilitas NH-Aziz dari aspek keunggulan program.

“Sampaikan Tri Karya Pembangunan yang kita gagas untuk mengatasi permasalahan di Sulsel. Tantangan Sulsel masih pada persoalan kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, minimnya infrastruktur, daya lingkungan yang semakin menurun, dan tata ruang yg belum selesai,” pungkasnya.

Gagasan Tri Karya Pembangunan yang diusung oleh pasangan NH-Aziz merupakan konsep pembangunan Sulsel dalam menjawab permasalahan saat ini. Terutama, paradoks tingginya pertumbuhan tetapi tidak diiringi dengan perbaikan pada aspek kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan. Tri Karya Pembangunan mengusung konsep pembangunan berbasis infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan kearifan lokal.

Komentar

News Feed