oleh

Mengenal Lebih Dekat Sugiarto, Politisi dan Sosok Inspirator Jawa Tengah

-Opini-134 views

Oleh:
Saipul Bahri
*Sekjend Lembaga Rumah Baca Firdaus Education Indonesia

BONEPOS.COM – Sugiarto, ST, SH, namanya tak asing di kalangan muda Jawa Tengah. Sosok intelektual, berjiwa filantropis, murah senyum dan ramah. Itulah kesan pertama saat berjumpa dengan Sugiarto.

BNNK BONE

Anggota DPRD Jawa Tengah (Jateng) tersebut, dikenal santun, dan cakap berbicara serta telaten mendengar. Ia hebat secara akademis dan sarat pengalaman sebagai anak muda, sekaligus punya kepedulian sosial yang tinggi.

Pria kelahiran Kabupaten Pati, Jawa Tengah, 7 Maret 1976 silam, didaulat jadi Ketua Umum  salah satu club motor ternama di Jawa Tengah, GSX Club Indonesia (GCI) Jawa Tengah. Kecintaanya terhadap motor dan kegiatan sosial yang membuatnya sudi meluangkan jiwa dan pikirannya demi anak-anak muda.

Selain itu, dia mendirikan dua komunitas lainnya yakni Komunitas Anak Asli Pati Peduli (KAAP Care) dan komunitas di bidang lingkungan yakni Tree For Future (TFF).

Hemat penulis, tidak banyak politisi di negeri ini yang punya perhatian besar terhadap komunitas anak muda seperti beliau. Bergerak, konsisten pada tujuan demi kemajuan bangsa. Baginya, bakat dan dunia pemuda harus disentuh. Bagaimana menghubungkan dunia anak muda dengan dunia kreatif? Memancing lahirnya ide-ide baru sebagai inovasi dan kontribusi real di tengah masyarakat.

Spirit Pengabdian

Menjadi Politisi adalah salah satu cita-cita mulia untuk mewujudkan pengabdian secara lebih nyata sejak dulu. Baginya, hadirnya sosok pemimpin (politisi) yang peka terhadap pengembangan potensi pemuda sangatlah penting.

Hal tersebut, guna menyiapkan generasi unggul dan berdaya saing menyongsong kemajuan bangsa. Melalui sejumlah komunitas yang digelutinya, Ia telah menjadi agen of change dan inspirator bagi pemuda Jawa Tengah.

Sugiarto adalah sosok orang yang peduli, bukti konkret pengembangan jiwa sosial anak muda melalui komunitas-komunitas di Jawa Tengah. Sejumlah komunitas yang Ia pimpin bermuara pada pengabdian. Misalnya musibah Gempa di Lombok, Banjir di Pekalongan dan sebagainya.

Baginya, hidup itu harus bisa memberikan manfaat yang nyata kepada bangsa dan negara. Kebermanfaatan itu pun, semaksimal mungkin mengajak orang lain melakukan kebaikan yang sama dengan penuh keikhlasan.(*)

Komentar

News Feed