oleh

Pamong Senior: Selama IYL Jadi Bupati Tak Ada Istilah ‘Jual-Beli’ Jabatan

BONEPOS.COM, GOWA – Siapa yang menanam, dia akan menuai. Peribahasa ini sangat pas dialamatkan ke Ichsan Yasin Limpo (IYL). Kandidat Gubernur Sulsel nomor urut 4 ini, kini terus menuai apresiasi dan pujian atas karya nyata dan pengabdiannya selama menjabat Bupati Gowa.

Di kampanye perdananya di Kecamatan Patallassang, misalnya, sejumlah tokoh secara bergantian memberi testimoni sekaligus ungkapan terima kasih atas dedikasi IYL yang penuh ketulusan.

Mantan Camat Parangloe, Saleh Sauf, secara khusus mengaku berterima kasih atas kepemimpinan IYL. Selain berbagai terobosan memajukan Gowa, juga integritas yang patut ditiru.

“Saya ditunjuk menjadi camat bukan karena uang, pak Ichsan selalu menempatkan dan memberikan seseorang jabatan berdasarkan kapasitasnya,” kata Saleh. Kamis 22 Februari 2018.

Bahkan, ia menegaskan, dalam penunjukkannya lalu bukan berdasarkan pada intervensi dari pihak-pihak tertentu. Karena menurutnya, doktor hukum pendidikan ini benar-benar bukan mengejar materi dalam memimpin, tetapi ingin melihat bagaimana Kabupaten Gowa dapat berkembang dengan baik.

“Tidak ada intervensi dari pihak manapun, baik itu dari pihak keluarga. Dalam menentukan jabatan di pemerintahan Gowa. Tidak ada kosong-kosong, yang ada kosong satu. Dan apa yang sampaikan ini, saya pertanggungjawabkan dunia akhirat,” tegasnya.

Dihadapan ribuan warga, Saleh juga mengakui jika di pemerintahan di Gowa bebas dari “jual beli” jabatan. Termasuk IYl sangat pantang menerima suap.

“Semenjak saya jadi camat beberapa tahun, tak pernah sekalipun menyetor uang untuk “membeli” jabatan. Satu seng pun, sama sekali tidak pernah diminta Pak Ichsan. Beliau anti suap,” tegas Saleh Sauf saat menyampaikan testimoninya di Kampanye Dialogis di Patallassang

Komentar

News Feed