Panaskan Mesin Pemenangan, NH-Aziz Kerahkan GNH-17 Hingga Bacaleg

Editor
Foto pasangan Nudin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz)

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), mengerahkan kekuatan penuh selama masa kampanye rentang 15 Februari hingga 23 Juni mendatang.

Seluruh jejaring dan simpul pemenangan, mulai dari elite hingga akar rumput siap bergerak demi menggaransi kemenangan pasangan calon nomor urut satu.

NH mengungkapkan sedikitnya ada lima ujung tombak penggalang dukungan pada Pilgub Sulsel 2018. Mereka adalah GNH-17, fraksi dari koalisi parpol pengusung, konsultan, bakal calon legislatif (bacaleg) dan tim relawan.

Seluruh penggerak itu diharapkan dapat bersinergi dan menjaga soliditas agar mesin pemenangan NH-Aziz dapat bergerak cepat dan massif.

“Saya tidak mungkin mampu menjangkau 307 kecamatan. Makanya, untuk menutup itu ada tim, semisal GNH-17 sejatinya menjadi penggerak utama dan ujung tombak. Bersama tokoh masyarakat, bacaleg dan legislator koalisi parpol pengusung, saya menginginkan tidak ada ruang kampanye yang tidak diisi,” ujar NH, belum lama ini.

Selama masa kampanye, NH juga menekankan agar tim pemenangan menghindari pola konvensional yang sebatas hura-hura. Diinginkannya agar kampanye benar-benar menyasar pemilik suara yang nantinya akan mencoblos NH-Aziz. Olehnya itu, pihaknya tidak menginginkan ada massa bayaran pada setiap kampanye dan itu selaras dengan komitmen memerangi politik uang.

“Sekarang sudah masuk tahap penggalangan bukan lagi perkenalan. Kampanye yang hura-hura itu tidak ada lagi,” pesan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia itu.

NH menekankan penggalangan dukungan penting untuk memastikan basis pemenangan. Untuk itu, tim dituntut mampu meraih simpati masyarakat sebanyak mungkin. Adapun modal menggalang dukungan yang efektif, menurut dia, adalah menjelaskan program kerja NH-Aziz sesuai dengan kebutuhan dan masalah masyarakat.

“Tim harus fokus pada isu substansial yang ada di masing-masing daerah serta kebutuhan yang diinginkan masyarakat di daerah tersebut. Sebab masyarakat yang memiliki adat, kebiasaan dan latar belakang yang berbeda, tentunya memiliki tingkat kebutuhan yang berbeda pula,” ulas NH.

Materi kampanye, NH melanjutkan terbagi dalam dua isu yakni umum dan khusus. Untuk isu umum, tim kampanye wajib menyampaikan seputar program Tri Karya Pembangunan. Isinya pembangunan berbasis infrastruktur, pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan dan pembangunan berbasis kearifan lokal.

Sedangkan materi khusus menyangkut kebutuhan masyarakat di masing-masing 24 kabupaten/kota se-Sulsel. [*]