Pemerhati Masyarakat Minta Kadis Pertanian Bone Tinjau Ulang Pencetakan Sawah di Patimpeng

Editor
Program pemerintah pusat terkait proyek cetak sawah baru di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, rupanya banyak yang tidak tepat sasaran alias bermasalah. (BONEPOS.COM – IWAN TARUNA).

BONEPOS.COM, BONE – Salah satu pemerhati Masyarakat Nusantara, Jumardi Laron, menyampaikan kepada Kadis Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, agar permasalahan Pencetakan sawah di patimpeng perlu ditinjau langsung olehnya.

Jumardi berharap agar kepala dinas tidak hanya mendengar informasi dari rekanan tanpa melihat langsung kondisi yang terjadi dilapangan.

“Saya minta agar pak Kadis Pertanian segera turun langsung kelokasi. Sebab, apa yang disampaikan oleh rekanan atau bawahannya itu tidak sesuai dengan fakta. Apa yang mereka katakan sangat jauh berbeda fakta yang ada dilokasi percetakan sawah, khususnya di Dusun Calangka Desa Patimpeng Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Dimana banyak sawah yang produktif dimasukkan pada proyek percetakan sawah. Padahal, masih banyak lahan masyarakat yang sudah diukur yang layak dicetak menjadi sawah namun tidak dikerjakan,” katanya.

Jumardi menilai tidak sesuai aturan yang ada, karena kenapa diantara 40 Ha sawah yang telah dicetak 1/4 dari sawah yang produktif, tentu hal ini sudah tidak sesuai dengan aturan.

“Saya yakin pekerjaan percetakan sawah di patimpeng ini sangat rancuh, Padahal sangat jelas dalam aturan bahwa, tanah yang tidak wajib dicetak adalah tanah yang bersengketa dan sawah yang produktif atau sawah yang rata sudah ada pematang. Justru masih banyak objek lahan sawah yang sudah diukur yang tercantum dalam dokumen kontrak tapi tidak selesai dikerjakan malah objek lahan dialihkan ke sawah produktif yang hasilnya puluhanan tahun dinikmati hasilnya,” jelas Jumardi, Minggu 18 Februari 2018.

Ia menambahkan, jika Andi Muhlis mengelak dari pernyataan tersebut dan selalu menjual atas nama Masyarakat yang meminta, maka kami siap berhadapan dengan A Muhlis.

“Saya siap dipertemukan Andi Muhlis, sebaiknya tidak usah selalu mengatas namakan permintaan masyarakat. Disini ada sawah yang sudah ada tanamannya berupa Kacang tanah dan Jagung, namun Andi Muhlis meminta agar sawah itu dicetak kembali dengan alasan mumpun alat berat sudah dekat disini,” ungkap Jumardi.

Sebelumnya, Kadis Pertanian Kabupaten Bone Ir.Sunardi yang dikonfirmasi Bonepos.com, membantah, terkait adanya dugaan sawah produktif yang dijadikan sebagai lahan olahan untuk program cetak sawah baru tersebut.

Menurutnya, program cetak sawah baru di Kecamatan Patimpeng, luas lahan yang akan di olah untuk cetak sawah baru hanya 40 Hektar, dan sudah melalui Survei Investigasi Desain (SID).

“Sawah itu olahannya rata dan ada pematang, jika lahannya tidak rata dan tidak ada pematang serta posisinya tanjakan, itu tidak bisa dikatakan lahan sawah. Luas cetak sawah baru untuk wilayah Kecamatan Patimpeng, hanya sampai 40 Hektar dan itu sudah melalui Survei Investigasi Desain. Jadi, tidak mungkin ada lahan sawah produktif yang akan dikerjakan oleh pihak kontraktor,” jelas Sunardi.

Penulis : Iwan Taruna