oleh

Dua Koalisi Besar Bertemu di Pilgub Sulsel, Begini Tanggapan Pengamat

-Politik-1.768 views
Pilgub Sulsel, Politik, Pilkada
Grafis (BONEPOS.COM – ILHAM SYAM).

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Pertarungan di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulsel bakal berlangsung sengit. Pasalnya akan ada dua koalisi partai besar yang akan bertemu dan unjuk kekuatan guna memenangkan kandidat yang mereka usung di Pilgub Sulsel.

Diketahui, saat ini pasangan Cagub dan Cawagub Nurdin Halid – Aziz Qahar Mudzakkar (NH-Aziz) telah mengantongi rekomendasi dukungan dari Golkar dan Nasdem. Pasca berkoalisi pasangan ini langsung tancap gas untuk bersosialisasi.

BNNK BONE

Namun siapa sangka, NA yang sebelumnya dianggap tak memiliki partai pendukung, justru diam-diam telah mengantongi empat rekomendasi partai Politik. Tidak tanggung-tanggung. Pria yang akrab disapa Pak Prof ini mampu meyakinkan empat partai besar untuk mendukungnya maju di Pilgub.

Hari ini, Minggu 22 Oktober 2017, NA membuktikan kepada ribuan warga Sulsel, dua partai yang sebelumnya dianggap mustahil untuk berada dalam satu gerbong koalisi di Pilgub yakni PDIP dan Gerindra, mampu Dia rangkul dan persatukan.

Dengan demikian, pasangan NA-ASS, sah mengantongi 31 kursi untuk maju bertarung di Pilgub Sulsel, jumlah ini melibihi, persyaratkan ditetapkan, dimana setiap calon Gubernur yang akan maju di Pilgub, maka harus mencukupkan dukungan 20% dari perolehan kursi di DPRD atau memiliki 17 kursi.

Jika mesin partai pengusung NA-ASS bekerja secara maksimal dan militan, bukan hal yang tidak mungkin pasangan ini bisa menangi pertarungan di Pilgub Sulsel. Namun sebaliknya, koalisi besar yang juga ada di gerbong pasangan NH-Aziz tetunya akan melakukan hal yang sama untuk menang.

Peluang NH-Aziz dan NA-ASS Menang di Pilgub Sulsel

Pengamat Politik Sulsel, Nurmal Idrus menilai, pasangan yang akan menang alias unggul di Pilgub Sulsel, adalah pasangan yang mempunyai kekuatan infrastruktur politik yang besar dan mampu mengendalikan infrastruktur-nya dengan baik.

Menurut Nurmal, Infrastruktur itu, yang harus dimiliki pasangan calon yakni berupa kekuatan jaringan dan militansi parpol pengusung dan penguasaan pada birokrasi di setiap daerah yang ada di Sulsel.

Pasangan Cagub dan Cawagub Nurdin Halid – Aziz Qahar Mudzakkar (NH-Aziz).

“Saya menilai, pada posisi ini, NH-Azis lebih kuat infrastruktur politiknya dibanding NA-ASS. Jaringan Golkar dan Nasdem sangat kuat di Sulsel,” kata Direktur Lembaga Konsultan Politik Nurani Starategic ini kepada Bonepos.com, Minggu, 22 Oktober 2017.

Selain itu kata Dia, kekuatan partai pengusung pasangan ini sangat jelas pada 19 daerah dari 24 kabupaten, dimana Nasdem dan golkar punya kepala daerah dan wakil kepala daerah, belum lagi modal suara Aziz Qahar pada Pemilu 2014 lalu yang mencapai 1 juta suara.

“Pertanyaannya sekarang apakah NH-Azis mampu memaksimalkan kekuatan itu. Jika mampu memaksimalkannya dengan manajemen yang baik maka itu bisa menjadi kekuatan yang tak tertandingi. Itu bisa dilihat dari pilkada 2013, dimana pasangan SYL-Agus waktu itu mempunyai kekuatan yang mirip dimiliki NH Azis hari ini,” ungkap Nurmal.

Pasangan Cagub-Cawagub Sulsel, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS).

Sementara NA-ASS menurut Nurmal, kekuatannya terletak pada figuritas. Sebab pasangan ini tak bisa terlalu berharap pada kekuatan infrastruktur parpol karena NA dan ASS bukan kader salah satu parpol yang mengusungnya di Pilgub Sulsel.

“Militansi kader parpol itu tak bisa diharapkan maksimal. Contohnya PAN, meski pusat mendukung NA-ASS namun di daerah lebih condong ke pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka). Satu-satunya peluang yang dimiliki NA-ASS yakni memaksimalkan kekuatan jaringannya di infratstruktur relawan,” pungkasnya.

Penulis   : Ilham Iskandar
Editor     : Risal Saleem


Komentar

News Feed