oleh

Ada Skenario ‘Pembegalan Demokrasi’, Dukungan ke IYL-Cakka Justru Makin Mengalir

-Politik-1.045 views
Ada Skenario “Pembegalan Demokrasi”, Dukungan ke IYL-Cakka Justru Makin Mengalir

BONEPOS.COM, BULUKUMBA – Skenario “pembegalan demokrasi” yang semakin nampak dilakukan kubu  kandidat tertentu melalui penggiringan opini di media mulai mengusik ketenangan warga.

Tak mau membiarkan Mr Komitmen berjalan sendiri menghadapi “Pembegal Demokrasi” itu, warga dari berbagai daerah kini sudah menunjukkan perlawanannya dengan cara menyerahkan KTP sebagai bentuk dukungannya.

BNNK BONE

Di Posko Pemenangan IYL-Cakka, Rumah Kita di Kabupaten Bulukumba misalnya, terhitung sejak dua hari terakhir, terus disibukkan dengan kedatangan warga yang ingin menyatakan dukungannya dengan menyetor KTPnya.

Seorang pendukung dari Kecamatan Kajang dan Herlang, Wahidin, bahkan rela berjalan kaki mendatangi Rumah Kita dengan membawa surat dukungan dan E-KTPnya.

Wahidin mengaku jauh-jauh dari kampung, dì kecamatan Kajang, menyambangi posko Rumah Kita, membawa 557 Surat Dukungan dan E-KTP, sebagai bentuk keresahan warga yang mengumpulkan KTPnya atas adanya skenario menjegal pasangan usungan rakyat, IYL-Cakka.

Menurutnya, meskipun tahapan di verifikasi calon perseorangan sudah melewati tahap krusial yakni verifikasi administrasi, namun dirinya bersama warga lainnya hanya mengantisipasi kekurangan sehingga kembali mengumpulkan dukungan melalui KTP.

“Kami tahu dukungan pada IYL-Cakka sudah jauh melebihi syarat minimum, tapi ini kami lakukan sebagai bentuk kekuatiran atas upaya nyata pembegalan pada Pak IYL dan Pak Cakka,” ungkap Wahidin, Selasa (12/12/2017).

Wahidin sendiri mengaku bukan tim dari IYL-Cakka, namun hanya warga biasa yang sukarela mengantarkan dukungan warga Kajang dan Herlang ke Rumah Kita.

“Saya ini petani pak, saya bahkan belum pernah bertatap muka langsung sama Pak Ichsan maupun Pak Cakka, tapi saya siap jalan meminta kepada masyarakat surat dukungannya untuk Pak Ichsan”, kata Wahidin.

Selain itu, rasa simpatinya bertambah saat ia mendengar beredarnya kabar bahwa pasangan IYL-Cakka ada yang tak menginginkannya maju sebagai calon kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur, membuat dirinya terketuk membantu secara ikhlas mengumpulkan E-KTP yang diambil langsung dari masyarakat.

“Saya siap membantu Pak IYL-Cakka, karena kepemimpinannya yang saya dengar sangat peduli terhadap kepentingan umum, seperti pendidikan dan kesehatan,” terangnya.

Sekadar diketahui, kekuatiran kubu Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar mengenai adanya “pembegal demokrasi” yang mencoba mengganggu berkas dukungan independen, mulai ketahuan. Salah satu modus yang dijalankan, yakni menggiring opini lewat rilis berita ke media seolah-olah kedok IYL-Cakka asal mencaplok dukungan warga, dengan memunculkan warga yang bicara.

Padahal jika sesuai aturan, verifikasi faktual baru dimulai 12 Desember 2017. Artinya, jika ada warga mengetahui ada namanya di berkas yang bakal di verifikasi faktual, maka bisa saja ada dugaan kerahasiaan dibocorkan.

Editor     : Jumardi Ramling

Komentar

News Feed