oleh

Banyak Berkas IYL-Cakka TMS Karena Diduga Pemberi Dukungan Tak Ditemui Saat Verifikasi

Banyak Berkas IYL-Cakka TMS Karena Diduga Pemberi Dukungan Tak Ditemui Saat Verifikasi

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Hasil verifikasi faktual yang dijalankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk berkas dukungan perseorangan IYL-Cakka di 24 kabupaten/kota, menimbulkan banyak masalah dan kekeliruan.

Selain temuan kekurangan berkas sebagian baru didistribusikan KPU provinsi ke KPU kabupaten/kota di hari terakhir verifikasi, juga temuan banyaknya berkas yang langsung dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), karena pemilik dukungan tidak ditemui.

BNNK BONE

Di Kabupaten Maros misalnya, ada beberapa kecamatan yang jumlah TMSnya mencapai ribuan yang sebagian saat proses verifikasi tidak bisa dibuktikan apakah petugas benar melalukan verifikasi di lapangan atau tidak.

Mengingat, di samping tak punya bukti pendukung dalam bentuk dokumentasi gambar, juga sebagian tidak melibatkan tim IYL-Cakka. Sehingga diduga ada kesan tidak transparan.

Bukan hanya itu, warga yang tidak ditemui juga langsung di TMS kan dibeberapa daerah. Padahal dalam aturan, warga yang tidak berada di kediaman atau sedang berada di daerah lain, diberi kesempatan untuk di verifikasi melalui video call dengan melibatkan tim.

“Semua kita kumpulkan laporan dan bukti-buktinya. Karena ada beberapa yang menurut kami, seharusnya tidak dikategorikan TMS, tapi di TMS kan,” terang Ketua Tim Rumah Kita IYL-Cakka, H Bahar Ngitung, Sabtu 30 Desember 2017.

Obama, sapaan akrab Bahar Ngitung juga mempertanyakan, beberapa daerah yang saat verifikasi, tim atau LO yang diberi mandat melakukan pengawalan itu dilarang mendekat. Seperti kejadian di Palopo.

“Ada juga saat proses sortir itu tidak melibatkan tim atau LO kita di daerah. Begitu juga dugaan kebocoran data di wilayah tertentu sebelum verifikasi faktual dilakukan,” tambah Obama.

Obama yang tak lain senator RI, juga mempertanyakan alasan beberapa daerah yang langsung di TMS kan, karena di berkasnya tidak terlampir fotocopy KTP. Padahal sudah lolos di verifikasi administrasi.

“Ini juga sangat merugikan kita. Masa karena tidak ada lembaran fotocopy KTPnya baru dinyatakan TMS. Itukan bisa langsung berkoordinasi dengan KPU, dan KPU yang memberi jaminan, karena itu sudah lolos verifikasi administrasi. Bagaimana mungkin bisa lolos verifikasi administrasi kalau tidak ada lembaran fotocopy KTPnya,” tambah Obama.

Sebelumnya, tim IYL-Cakka mempertanyakan alasan KPU terlambat mendistribusikan kekurangan berkas dukungan ke daerah. Seperti di Gowa, ada puluhan ribu yang baru tiba di KPU kabupaten saat hari terakhir verifikasi.

“Pasti tidak bisa dilakukan verifikasi faktual kalau kekurangan berkasnya saja baru sampai di KPU daerah di hari terakhir. Bagaimana mungkin di hari itu bisa langsung di kirim ke desa dan diselesaikan,” pungkas Obama.

Editor     : Jumardi Ramling

Komentar

News Feed